March 22, 2017

Jalan-Jalan di Solo


www.andinugraha.com - Semenjak nyaman tinggal di Yogyakarta, aku merasa ingin berkunjung atau sekedar jalan-jalan di kota yang jaraknya tidak jauh dari Yogyakarta. Misalnya Solo, Semarang ataupun yang lainnya. Semenjak ngekos aku punya sahabat, Sulis namanya. Dia yang biasa gowes bareng denganku. Dan kami punya rencana untuk main ke Solo.

Kenangan gowes dengan Sulis. Bisa dibaca : Gowes ke Pantai Parangtritis

Sampai dia pindah, alias tidak ngekost lagi, kami belum kesampean untuk main ke Solo bareng. Ke Solo ini sebenarnya udah bulan-bulan kemarin, tapi tak apalah aku ceritakan lagi. Sayang file fotonya numpuk tapi belum dikasih lihat kalian semua..hehe

Jadi ke Solo ini aku nemenin sahabatku, Endro namanya. Dia yang waktu itu aku ceritakan kisahnya selama merantau di Yogyakarta hingga dia di Wisuda pada bulan Oktober 2016 lalu. Kalau kalian sempat baca mungkin akan tahu kisahnya seperti apa. Oh, iya. Aku mau kasih tahu tentang cerita Endro sampai wisuda. Dan apa kata meraka :


Kelima komentar diatas tentang perjuangan Endro sampai wisuda tidak aku buat-buat, itu murni aku ambil dari artikel sebelumnya ketika Endro wisuda. Oke, aku kasih tahu kalian lagi, bagi yang belum baca.

Bisa dibaca : Wisuda yang Tak Pernah Terlupakan, Hendro Yuwono

Nama lengkapnya Hendro Yuwono, tapi aku lebih akrab memanggilnya dengan sebutan Mas Endro. Aku salut atas perjuangannya sesama kuliah, mulai dari pekerjaan apapun dia lakukan demi untuk makan dan bisa membayar kuliah. So, bagi yang belum baca, monggo baca ceritanya dulu ya sampe bagaimana dia bisa di wisuda.

Nah, setiap orang yang sudah lulus atau di wisuda tentu ada yang melanjutkan kuliah lagi, melanjutkan bisnisnya atau mencari kerja. Itu semua tergantung diri kita masing-masing. Kebetulan Endro sendiri memilih untuk mencari pekerjaan.

Mulai dari lembar demi lembar lamaran pekerjaan dia kirimkan. Ada yang di Yogyakarta maupun di kota lainnya. Selang beberapa Minggu, ada panggilan. Tapi sayang tempatnya jauh, di Jakarta. Ada juga yang di Bandung. Bukannya tidak mau kesana, Endro memutuskan untuk menunggu panggilan yang dekat terlebih dahulu.

Tempatnya yang jauh, tentu harus dipertimbangkan juga berapa uang yang harus di keluarkan. Lagipula disana belum ada kenalan. Jadi harus mencari tempat tinggal sementara dan itu perlu biaya. Singkat cerita ada panggilan kerja di Solo. Tepatnya aku kurang tahu. Yang aku ingat, sehari sebelumnya dia mengajaku untuk menemani interview kerja di Solo.

Karena aku juga longgar dihari itu, aku pun menemaninya. Kami pergi ke Solo menggunakan kereta. Karena interview pukul 08.00 pagi. Sehabis Subuh kami siap-siap untuk berangkat. Awalnya sempet bingung karena kendaraan untuk sampai ke stasiun lempuyangan.

Untungnya ada Isya, sahabat kostku juga. Dia mengantarkan kami ke stasiun. Kami dirempet bertiga gitu, layaknya cabe-cabean. Awalnya tidak mau karena takut ada polisi. Tapi Isya meyakinkan kami jam segitu belum ada polisi. Ya sudah mau giamana lagi, pagi itu yang bisa nganter cuma dia.

Sesampainya di stasiun, belum juga masuk ke pintunya. Peringatan kereta yang pergi ke Solo sudah berbunyi, aku dan Endro berlari agar tidak tertinggal kereta. Sebelum masuk kami beli tiket terlebih dahulu. Harga untuk satu tiketnya Rp.8.000,- Pikirku sekarang ternyata sudah naik ya, karena dulu masih Rp.6.000,-


Setelah dibayar, kami masuk pintu dan di cek sama petugas. Setelah di dalam, kami harus menunggu karena keretanya sedang jalan menuju arah kami. Senang rasanya karena tidak tertinggal. Coba kalau ketinggalan kereta, harus nunggu lagi. Bukan masalah nunggunya, tapi bakal gagal interview.


Lumayan banyak juga yang antri dengan kami. Aku berharap perjalanan ke Solo ini bisa berjalan dengan lancar. Sebelum berangkat, aku kasih kabar Ibu di rumah. Meskipun terbilang dekat, tapi tak ada salahnya jika bilang ke ibu. Karena ibu selalu mendokan yang terbaik untuk anaknya. Aku yakin di doa ibuku, namaku disebut.

Ketika masuk dalam kereta ternyata sudah penuh, dan kami tidak duduk. Tidak masalah juga sih, yang penting bisa sampai dengan selamat dan tidak telat untuk Endro interview. Masalah jalan-jalan disana itu bonus bagiku.


Tidak hanya kami yang berdiri, tapi banyak yang lainnya juga. Sepanjang perjalanan alhamdulialh cuaca mendukung alias cerah. Padahl waktu itu cuaca di Yogyakarta sendiri kurang stabil, sering hujan, meskipun disore hari. Aku bahagia ketika bisa melihat pemandangan pegunungan, sawah dan pepohonan dari balik kaca kereta. 


Begitu indah ciptaan-Mu Tuhan, bantu kami untuk menjaganya. Kalau menikmati pemandangan sembari bersyukur itu rasanya seperti gak percaya kalau aku pernah mendaki ke beberapa gunung. Alhamdulilah, semua yang terjadi pada diri kita tak lain atas izin Allah Swt. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan..aamiin..

Di sela-sela perjalanan Endro tak kuat menahan rasa pegal di kaki karena berdiri lama. Melihat jarum jam, aku rasa masih lama untuk sampai di stasiun balapan Solo. Aku pun ikut duduk karena capek. Aku salut sama salah satu penumpang, beliau bapak-bapak. Tak kebagian duduk juga, sama denganku. Namun menyempatkan waktu untuk membaca buku.


Meskipun aku bawa buku dalam tas, tapi waktu itu aku rasa belum bisa untuk membaca, karena posisiku masih jongkok. Beruntung bapa itu bawa alas duduk (koran). Jadi bisa dengan santai membaca sembari menikmati perjalanan.

Tak terasa satu jam berlalu. Kami pun sampai di stasiun balapan Solo. Dimana nama stasiun tersebut dinyanyikan dalam lagu oleh Didi Kempot. Bagi yang pernah mendengar lagunya pasti tahu. Karena banyak penumpangnya, jadi harus bersabar untuk bisa turun secara teratur.


Jujur sesampainya di stasiun aku bingung arah untuk sampai ke tempat interview. Pun Endro, kami melanjutkan perjalanan dengan petunjuk google maps dan bertanya kepada orang selama di jalan. Sebelumnya kalian menyangka tidak kalau kami jalan kaki untuk sampai ke temapt interview Endro ?

Oke, alasannya simpel. Waktu itu kami takut telat jadi kami jalan dari pada membuang waktu yang bisa membuat gagal interview. Karena prediksi kami waktu untuk sampai ke jam interview tersisa 1 jam lagi. Kami harus memanfaat itu. Aku melihat Endro serasa tahu jalan, meskipun pada kenyataannya itu tidak. Kami berdua menelusuri kubangan yang becek, melewati pasar.



Aku hanya mengikuti Endro dari belakang sembari melihat para penjual yang sedang berinteraksi dengan pembeli. Aku melihat bawang, jeruk dan yang lainnya. Jadi teringat kebersamaan masak di kos Reges. Tempat tinggalku dari tahun 2013 sampai sekarang. Kalian bisa lihat kondisi kamar kosku seperti apa. Secara kos laki-laki biasanya kan. Ahh. Lihat sendiri aja ya.. 

Bisa dilihat : Kamar Kos Kesayanganku

Pertama bertemu teman baru di kos itu ya dengan Endro. Sampai sekarang dia jadi sahabatku, sahabat gowes, jalan-jalan dan yang lainnya. Oke, kembali ke perjalan di pasar ya. Jadi selama di pasar itu aku bingung karena awam sekali jalan yang aku lalui. Secara baru pertama kalinya. Tapi aku merasa yakin ketika mengikuti langkah demi langkah Endro di depan.


Sesekali ketika bingung kami melihat google maps untuk mengetahui berapa lama lagi untuk sampai ke tempat interview Endro. "Ini mah tinggal sebentar lagi, ayo kita cari masjid untuk ganti baju", ucap Endro kepadaku. Dari kost Endro sengaja mengenakan celana dan pakaian biasa. Karena baju khusus untuk interview dia simpan dalam tas.

Selama jalan, kami lihat kanan dan kiri sembari mencari masjid untuk ganti baju. Endro merasa tahu, dia mengajaku untuk belok di gang yang ada di depan jalan. Selama mencari masjid aku banyak bertemu warga sekitar. Ada yang sedang bermain, duduk santai depan rumah, adapun yang bersantai di jalan sembari lari-lari. Dan mereka semua ramah.

Entah sial atau apa. Aku sendiri sempat bertemu dengan beberapa anjing. Dan aku takut, takutnya cuma satu. Digigit.


Sempat was-was ketika melewati anjing itu. Tak lama si pemilik anjing keluar dan berkata kepadaku, "tenang saja, Mas, aman kok." Mendengar itu aku sedikit tenang dan melanjutkan perjalanan mencari masjid. Kalau boleh jujur selama perjalanan rasanya kakiku kayak mau patah. Keringat bercucuran layaknya sedang jalan dipadang pasir yang panas.. #Alahh.. 

Perlahan terik matahari mulai membuatku merasa kepanasan. Sesekali aku mengeluarkan tisu dalam kantong jaketku untuk mengelap keringat. Aku sedikit lega ketika Endro berhasil menemukan masjid. Dia masuk, dan aku menunggunya diluar sembari menghilangkan haus dengan bekal minumku.


Perjalanan ini aku rasa cukup untuk pemanasan main futsal. Rasanya capek dan betisku nyut-nyutan. Tapi tak apalah demi sahabat, apa sih yang enggak. Setelah Endro selesai ganti pakaian kami melanjutkan perjalanan kembali. Karena tinggal sedikit lagi untuk sampai. Sengaja juga sendal yang Endro gunakan belum diganti, nanti saja kalau sudah sampai depan tempat interviewnya, ujar Endro. Oke lah, aku mengiyakannya sembari jalan. 

Tak lama Endro berkata, "Alhamdulilah" sampai juga. Tempatnya ada di sebrang jalan. Jadi kami harus menyebrang untuk sampai. Endro bergegas ganti sendalnya dengan sepatu.


Setelah diganti dengan sepatu, dia pergi ke tempat kerja untuk bersiap-siap interview. Bismillah mas, yang penting sudah berusaha. Urusan diterima atau tidaknya itu urusan nanti. Aku sendiri disuruh nunggu dekat kantornya. Aku juga sudah tidak sabar pengen duduk karena capek.


Beruntung, karena dekat kantor tersebut ada sebuah warung. Dimana warung tersebut sering digunakan makan oleh karyawan kantor. Rasanya lega dan bersyukur bisa sampai Solo dan tidak telat untuk interview. Hal pertama yang aku lakukan adalah pesan es teh kepada ibu pemilik warung.


Sembari menunggu es tehnya jadi, aku mengamati sekitar. Dan melihat-lihat warungnya. Aku rasa ini warung sederhana dan aku suka suasananya karena dekat dengan pohon yang rindang. Terasa adem dan semilir anginnya. 


Terlihat di spanduk warung, pemiliknya namanya ibu Sri. Dan warung ini terletak di jalan Juanda, No.300 Puncangsawit Jebres. Di warung ini banyak ayam berkeliaran, entah itu punya ibu Sri pemilik warung atau bukan. Yang jelas aku tidak apa-apa asal tidak mengganggu. Setelah es tehnya datang, aku langsung membuka topi dan siap minum. Bismillhah. “Allahumma baarik llanaa fiima razaqtanaa waqinaa adzaa ban-naar”


Aku selalu menyempatkan membawa topi kemana-mana, selain bisa digunakan ketika jalan ataupun bersepeda. Dan yang pasti aku memang hobi, dulu ketika SMA sampe ngoleksi banyak topi. Sampe sekarang suka gatel rasanya kalau melihat yang jual topi, bawaannya pengen beli aja.

Bagiku topi tak perlu yang harganya mahal, yang penting nyaman dipake dan aku mampu untuk membelinya. Di warung ini juga tersedia tahu biasa dan tahu bakso. Cocok lah sembari nunggu Endro selesai interview bisa ngemil dulu.


Tidak hanya itu yang aku lakukan untuk menunggu Endro selesai. Tapi aku lakukan untuk membaca buku. Kebetulan aku membawanya dalam tas. Buku yang sebelumnya aku baca belum selesai. Dari pada buang waktu, aku gunakan untuk baca aja.


Setelah berhenti membaca, aku teringat ibu di rumah. Aku telefon untuk kasih tahu kabar kalau aku sudah sampai. Setelah itu mau lanjut baca, ada ibu Sri pemilik warung menghampiriku. Tanya ini, itu, aku penasaran juga kira-kira berapa kilo meter jarak tempat interveiw ini dengan stasiun balapan Solo. Kata ibu Sri kurang lebih ada 6 kilo meter. 

Mendengarnya, aku kaget, ternyata jauh juga. Pantas saja kaki ini merasakan pegalnya. Tapi tak apalah, aku gunakan untuk pemanasan aja, toh besoknya aku ada jadwal futsal dengan teman-teman. Jadi pas aja gitu, kira-kira kalau kalian ada di posisi aku, apakah akan jalan juga atau tidak ? Hhmm..


Sesekali aku melihat orang yang menggunakan seragam jalan kesana sini. Aku tanya ibu Sri. Ternyata mereka para pegawai di tempat kerja Endro interview. Katanya dulu banyak karyawan yang kerja di tempat itu, tapi beberapa kali ini sering ada yang keluar masuk. 


Di tempat kerja ini juga tidak ada perempuannya. Semuanya laki-laki. Aku sengaja tidak kasih tahu nama tempatnya apa. Tapi yang jelas disitu tempat pembuatan printer. Dan Endro melamar pekerjaan sebagai programmer di tempat itu. Aku berharap bisa diterima, kalau tidak, aku yakin Allah sudah mempersiapkan yang lebih indah.

Lumayan capek juga nunggu Endro, kurang lebih pukul 10.00 dia baru keluar. Dan itu termasuk cepat kata ibu Sri, karena biasanya yang interview gitu sampe duhur. Disitu kami santai lagi sembari ngobrol-ngobrol dan minum es. Aku minta izin ibu Sri untuk ikut ngecas handphoneku. Belum lowbet sebenarnya, tapi aku pengen full lagi. Aku rasa dalam perjalanan pulang nanti ada hal yang harus diabadikan.

Tidak sampai satu jam duduk, kami rencana melanjutkan perjalanan pulang. Belum juga di panggil, ibu Sri sudah kasih handphoneku, aku senang dan berterima kasih. Berharap bisa ke warung itu lagi suatu saat nanti. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan. Dan kailian tahu ? Kami jalan lagi, sebagai anak laki mah gak apa-apa.

Sebenarnya niat kami pengen ke kraton Solo, pasar klewer dan yang lainnya. Tapi waktu itu aku rasa kurang memungkinkan waktunya. Lagi pula melihat cuaca mulai mendung. Bagiku tak jadi masalah. Bisa nganter interview aja aku seneng. Untuk masalah travelling di Solo bisa lain kali lagi. 

Sembari melanjutkan perjalanan kami merasa laper ingin makan. Ketika berangkat tadi, aku melihat ada warung makan dekat stasiun balapan Solo. Oke, kami sepakat untuk makan disana saja. Tapi harus melewati perjalanan seperti dipagi hari. 6 kilo meter kami taklukan. Tapi perjalanan pulang kami merasa sedikit lelah dibandingkan berangkatnya. Dan itu karena cuaca yang panas sehingga kami cepat lelah.


Foto diatas merupakan tempat dimana kami duduk istirahat. Di sebelah pohon itu ada tempat duduk yang waktu itu kami gunakan. Rasanya ingin sekali cepat minum es dan makan. Perlahan kami melanjutkan perjalanan. Kurang lebih 30 menitan kami baru sampai di tempat makan yang menjual soto. Kalian bisa lihat di papan jualnya, sotonya harga Rp. 3.000,- Dan aku merasa kurang percaya gitu.


Karena penasaran, kami bergegas masuk. Kebetulan warung tersebut tidak di pinggir jalan. Jadi kami harus masuk, tempatnya dekat dengan stasiun, kami merasa aman karena bisa santai sembari menunggu keberangkatan kereta ke Yogyakarta. Sesampainya di dalam kami menemukan papan harga soto yang lebih jelas. Dan itu memang benar harganya Rp. 3.000,- Tapi aku masih ragu dengan porsinya, paling tidak seberapa. 


Dari pada penasaran, kami pesan soto dua porsi. Meskipun banyak pilihan, seperti gado-gado, nasi goreng, mie goreng dan yang lainnya. Kami pilih soto. Dan minumnya es teh. Setelah disajikan aku kaget karena porsinya cukup banyak. Coba kalian lihat foto dibawah ini.


Siapa coba yang tidak pengen. Andai harga dan soto seperti ini ada di tempat kalian. Apa yang akan kalian lakukan. Tentu yang pertama dan utama membelinya. Hayo jangan ngiler ya. Tapi jujur ini porsinya sama seperti soto pada umumnya. Dan dagingnya juga tidak kalah, apalagi taburan bawang gorengnnya, bikin pengen pokoknya. Ditambah minumnya es teh. Bismillah, mari makan.


Sembari menikmati soto kami juga bisa melihat kereta yang melintas di dekat warung tersebut. Meskipun terletak dekat stasiun, tapi tempatnya tidak panas, malahan adem. Serasa capeku hilang dan terisi kembali tenagaku. Oh, iya, ini ada daftar nama makanan yang dijual di warung dimana kami makan soto. Untuk harga bisa kalian lihat sendiri dibawah ini.


Ketika aku makan, tak lama para ibu-ibu berbondong-bondong datang ke warung tersebut. Awalnya sepi. Entah baru buka atau tidak, aku kurang tahu. Yang jelas semenjak kami disitu jadi rame. Alhamdulilah jadi banyak yang datang. Semoga selalu dilancarkan rezeki penjualnya.


Alhamdulilah bersyukur bisa menikmati salah satu makanan di Solo. Meskipun yang namanya soto bisa ditemukan dimana-mana. Tapi setiap kota aku rasa beda rasa dan tentu beda harga. Pun di Yogyakarta. Sotonya pasti beda. Bisa kalian baca harga soto yang pernah aku beli di Yogyakarta.


Setelah kenyang kami istirahat terlebih dahulu, kemudian pergi untuk ke stasiun. Baru aja kami sampai stasiun, hujan besar turun. Alhamdulilahnya tadi kami tidak jadi jalan-jalan. Coba saja kalau jalan-jalan sudah pasti basah kuyup kehujanan.


Di stasiun kami merasa ingin buang air kecil. Karena kamar mandinya di dalam, kami harus masuk dan menitipkan KPT terlebih dahulu. Awalnya kami nyari dekat parkiran, karena dulu kata Endro ada dekat tempat parkir. Tapi setelah dicari ternyata sudah pindah.


Setelah dari kamar mandi tadinya kami mau langsung masuk untuk menunggu keretanya dari dekat. Tapi aku pengen ngabadiin foto terlebih dahulu di stasiun. Alhasil seperti inilah jadinya.


Jangan dilihat mukaku, rasanya melas banget dan tak ada tenaga meskipun sudah makan. Pucat gimana gitu. Bayangkan saja, jalan kurang lebih 12 kilo meter. Berangkatnya jalan kaki sejauh 6 km dan pulangnya juga sama. 


Setelah foto kami bergegas masuk dan duduk sembari menunggu pemberangkatan kereta. Sembari duduk santai, kami istirahat. Aku rasanya ingin cepat-cepat sampe kos, pengen berbaring tidur di kasur. Rasanya lelah.



Tak lama kami naik juga ke kereta. Alhamdulilah di perjalanan pulang ini kami bisa duduk. Tak lagi berdiri seperti berangkat di awal. Selama perjalanan pulang, hujan semakin deras. Indah rasanya melihat hujan dari dalam kereta. Ketika perjalanan pulang, aku juga mendapati salah satu penumpang yang serius baca buku. Seperti ketika aku berangkat tadi. Tapi ini perempuan.


Perjalannya agak lama, kami berusaha tidur selama di perjalanan. Ketika sampai merasa agak enakan. Meskipun duduk, alhamduliah bisa tidur meskipun belum senyenyak di kos. Penumpang yang lain juga sama, ada yang tidur sembari duduk dan ada juga yang duduk sembari menikmati pemandangan. Sesampainya di Yogyakarta alhamdulialh hujan reda.


Kami turun di stasiun tugu, tidak lagi di stasiun lempuyangan. Jaraknya memang tidak terlalu jauh. Karena sorenya Isya kerja jadi kami tidak minta di jemput. Awalnya mau jalan sampe kos, tapi karena takut hujan, kami memutuskan untuk naik trans Jogja. Dan benar, ketika perjalanan naik trans Jogja, hujan pun turun. Untung naik mobil, kalau jalan bisa terhambat pulang.

Halte yang dekat dengan kos jaraknya tidak dekat banget. Sehingga kami harus jalan kurang lebih 20 menitan untuk sampai ke kos. Tapi tak apalah. Yang penting bisa sampai dengan selamat. Tak lupa juga ketika melewati warung makan, kami makan lagi. Agar nanti langsung istirahat tidak keluar.


* * * * * * *

Singkat cerita, alhamdulilah Endro diterima jadi programer di tempat kerja tersebut. Aku senang mendengarya. Untuk masalah tempat tinggal di Solo Endro ngekos. Dan kos yang di Yogyakarta tetap di bayar. Kerjanya dari Senin hingga Jum'at sore. Setelah itu, Endro ke Yogyakarta dan kembali lagi ke Solo malam Senin. Biasanya pukul 22.00 dari Yogyakarta atau tidak pukul 24.00. Tergantung dia juga.

Karena di Solo belum ada temannya jadi sering pulang pergi Jogja-Solo. Untuk kos di Solo lokasinya dekat dengan kantor dimana dia kerja. Tepatnya dekat UNS, harganya juga terbilang mahal yaitu Rp.300.000,- per bulan. Untuk kosnya saat ini diisi oleh Isya. Sahabat kami juga. Tiap minggu kalau tidak ada halangan dia sempatkan untuk pulang ke Yogyakarta.

Itulah cerita perjalanku menemani Endro ke Solo. Dan perjalanan ini benar-benar jalan-jalan di Solo. Alias jalan kaki, kurang lebih di total pulang pergi dari stasiun balapan Solo ke tempat interview jadi 12 kilo meter. Gimana menurut kalian ? Strong apa strong..haha

Terima kasih, Solo.
Sahabatmu, Andi Nugraha

Artikel Terkait

Founder DiaryMahasiswa.Com Hobinya Jalan-jalan, makan, bersepeda dan membaca | Penulis 5 Judul Buku | Bisa dihubungi : PIN : D097B234 | SMS/WA 085723741831

161 komentar

Alhamdulillah ya, akhirnya temannya diterima bekerja. Perjalanan yg melelahkan terbayar sudah... :) Itu sotonya bener2 murah banget deh... di kota saya mana dapet harga segitu...

solobalapan sampai pucangsawit itu jauh banget lho mas..kan ada batik solo trans (bus trans solo), atau bisa naik ojek juga

alhamdulillah, ketrima kerja di solo...jadi bisa bolak-balik jogja kalau pas libur hehe

mas, kok di sensor sih, kan bagus kalau dikenal. snapshot , memfoto momen yang tepat loh.
semoga temannya diterima ya mas , ngerti perasaan perjuangan temannya, karena saat ini posisinya sama dengan saya :(

Baik banget mau nganter temen sampe mau jalan kaki berkilo kilo meter, :)

Soto 3000 itu kayaknya surga banget, gile lu ndro, di Surabaya mah paling murah 10 ribu. Tapi si Endro ngapain pulang-pergi Jogja-Solo? kan sayang harus bayar dua kamar kos..

laporannya lengkap, bro traveler tenanan

Kalau ke solo, saya blm pernah mampir mas, hanya numpang lewat aja, itu juga waktunya malam hari, naik bis umum jadi gak sempet menikamti keindahan kota solo... sayang banget sebenarnya sih..

Perjalanan yang melelahkan tapi mendapatkan hasil yang memuaskan, selain itu bisa nikmati makanan khas Solo. Tak terbayang oleh saya rasa senengnya.

Dan selamat untuk mas Endro-nya, semoga sukses dengan kerjaannya. Amin

Aku pernah ke Solo.
aku juga pernah makan Soto yang bening tapi enak itu.
dan yang pasti murah.
aku selalu ingin review Soto Solo di Blog aku tapi selalu ga sempet.
Masyarakat Solo juga ramah dan islamic banget.
mereka juga gemar membaca.
aku kangen Solo :)

kalau saya lebih memilih jalan bang,
karna belum tau kalau jaraknya sejauh itu.

syukurlah mas Endronya diterima ya Ms.. fiuuh ngebayangin perjalannya, untung ada warung yg murah meriah otu ya, bakalan nambah trs nih :-)

Wah lumayan tuh jalan 12KM, mayan pegel :V

Terasa banget ya perjuangannya, dan membuahkan hasil yang alhamdulillah bisa masuk bekerja di sana. Semoga nanti Andi juga mendapat yang terbaik. Nemenin interview, jauh pula, pahalanya banyak tuh. Hehehe.


Anak Jogja nih ya. Salam buat Jogja, kota yang selalu buat gagal move on :V

Panjang juga perjalanan nya mas. Ke Lombok kapan nih hehe

sudah setahun saya meninggalkan solo, pulang ke jogja, pengen deh main ke solo lagi. tapi kapan ya... :D

Pengen banget travelling ke daerah Jawa, nongkrong sambil jajan di angkringan, nyobain makanan khas daerahnya, ngunjungin tempat wisatanya yg cantik, sayangnya belum pernah kesampaian. Mungkin Solo bakal dicoba :D

Belum pernah khusus ke Solo dan menyusuri tiap sudutnya kalau saya..hehe

Wah, aku juga dari Jogja. aku kerja di daerah Sleman. Haha. ada bapak-bapak yang wajahnya disensor. mungkin demi menjaga privasi ya. haha.

OK, blogmu sudah aku follow. mungkin kita bisa saling follow. salam kenal.

Kisahnya inspiratif mas, soalnya kebanyakan anak muda sekarang banyak ngeluhnya, dan kalian beda... Semoga mas berdua bisa jadi orang sukses!

Kalau dari Jogja lebih dekat ya. Pingin main ke Solo belum jadi2, karena tujuannya ke Jogja lagi :D

Lumayan juga ya jalan kaki total 12 km. Kalau aku sampai rumah langsung oles-oles obat pijet.
Kalau Endro sudah di Solo, ada alasan buat main-main ke Solo dong. Biar bisa ke tempat lainnya.

Lengkap banget perjalanannya. Jadi kangen SOlo. Aku sempat kerja di Solo, tapi tetep bingung saja banyak jalan yg searah :) salam kenal buat Mas Endro :)

Yg tak ambil pelajaran dr tulisan mas Andi adalah bawalah koran bekas untuk berjaga2 jika tak dapat tempat duduk biar kakinya tak pegal berdiri.
Lengkap banget tulisannya

Dengan berjalan kaki meskipun capek tapi banyak hal yang bisa direkam dan diceritakan ya mas. Dan banyak moment yang bisa diabadikan. Mungkin itu hikmahnya yaa :)

Alhamdulillah temannya bisa diterima kerja ya, jadi serasa pengorbanannya nggak sia-sia. Ganti minta traktir dong ke temannya itu, minta diajakin jalan ke Klewer dan Keraton, kan belum sempat kesana, hehe..

Hai Andi, salam buat Endro yaaaa
Btw aku mau komen tentang Solo juga, secara kangen banget huhuhuuuu dulu aku tinggal di Solo semasa kuliah, banyak kenangan termasuk naik kereta. Bedanya aku dari Solo ke Jogja, bukan sebaliknya ahahhaha
Solo penuh dgn misteri hehee
Btw daerah Jebres itu dekat kampus juga UNS :)
Aku suka makan soto seger, karena selain enak, harganya murah

untung ya ngga telat interviewnya

Iya, Mba Santi Dewi, alhamdulilah :)

Betul, jarang ada di kota-kota lain ya, Mba. Apalagi di ibu kota sepertinya tidak ada yang harganya segitu :)

Iya, Mas Wisnu..hehe
Emang ada, tapi kami memilih jalan, biar lebih tahu aja jalannya..hehe
#PadahalNgirit:D :D

Iya mas, alhamdulilah. Bisa jalan-jalan juga nanti aku ke Solo kalau libur :)

Tadinya gak di sensor, tapi aku sensor deh.hehe

Wah, sepertinya mas Fajar gak baca dengan teliti nih. Aku kan udah kasih tahu, kalau mas Endro sudah diterima dan bahkan sudah aku ceritakan juga bagaimana kejadiannya setelah diterima..he

Semoga sukses selalu, Mas Fajar Herlambang :)

Bagiku, sahabat di perantauan sudah seperti keluarga mas Elang :)
Mereka ada disaat senang ataupun sedih, meskipun tidak semuanya seperti itu..he

Betul mas, di jaman sekarang mana ada yang jual semurah itu ya, aku aja itu baru nemu di Solo. Kemarin di Yogyakarta Rp.6.000,- harganya.

Alasannya karena banyak teman-temannya di Yogyakarta, dan kangen juga sama kost yang di Yogyakarta. Kost di Solo tidak selengkap kost di Jogja, meskipun secara harga lebih mahal di Solo.

Aku rasa semua yang Endro lakukan ada alasannya, semoga dimudahkan rezekinya. Biar mau bolak balik juga tak takut kehabisan dana ya, Mas..aamiin..

Terima kasih, Mas Mawadi :)
Sudah menyempatkan membaca.

Hehe..numpang lewat berarti sering ya, Mas Maman :)
Kalau malam kurang bisa menikmati pemandangan di jalan mas..hehe

Semoga dilain kesempatan bisa ke Solo lagi, dengan acara jalan-jalan bareng keluarga. Pulangnya mampir ke Jogja. Atau berangkatnya ke Jogja dulu :)

Betul, Mba Lisa Nel. Meskipun lelah tapi menyenangkan. Itulah indahnya kebersamaan dengan sahabat :)

Terima kasih, Mba. Aamiin..
Sukses juga buat Mba Lisa Nel (y)

Wah asik ya, Mas Khairul. Sudah enak, bening, murah pula. Tinggal bersyukur aja ya :)

Betul, ramah dan asik gitu. Serasa aman aja meskipun baru ketemu ya, Mas.
Ayo ke Solo lagi mas kalau kangen, dan sempatkan untuk review Soto ya :)

Lah, itu aku juga milih jalan..hehe
Hayo, salah kata itu sepertinya :D

Tapi aku prediksi dari google maps, Mas. Jadi perkiraan berapa lama bisa ditempuh dengan jalan kaki :)

Iya, Mba Lia. Alhamdulilah. Kalau dekat mah nambah terus ya.hehe
Sayangnya waktu itu harus kejar waktu juga untuk pulang :)

Mayan pake banget. Itung-itung pemanasan sebelum futsal lah..hehe

Aamiin.. Terima kasih, Aisyah Larasati Lina. Sukses juga ya :)

Haha..Betul gagal move on kalau udah pergi dari Jogja, dan kangennya pake banget ya..hehe

Mau disalamin ke Tugunya atau mananya nih..hehe

In shaa Allah pengen banget, Mas. Semoga Allah segerakan untuk bisa melihat indahnya ciptaan-Nya di Lombok :)

Nanti aku kabarin lah..hehe

Wow, lama juga ya, Mas. Semoga ada waktu dan disegerakan ya, Mas.
Bisa juga tuh nanti pas Idul Fitri :)

Solo dan Jogja bisa di list dulu, Mas Samuel. Nanti kalau udah ada dana dan waktu yang tepat berangkatlah, dan ceritakan perjalannya di blog :)

Semoga bisa kesana mblusukan ya, Mba Ida :)

Iya, Mas Beny :)
Wah, di Jogja juga toh. Semoga bisa bersilaturahmi ya, Mas.

Terima kasih, siap follow balik aku.
Salam kenal juga :)

Terima kasih, Mba Retno :)
Aamiin yaa Allah, semoga Mba Retno juga bisa sukses. Satu persatu cita-citanya terwujud :)

Tergantung jaraknya, maksudnya mau ngebandingin dari mana, Mba..he

Jadi kalau mau ke Solo harus bisa juga ke Jogja, biar gak nanggung jalan-jalannya..hehe

Hehe..lumayan sekali, Mba Dian Ravi :)
Oles-oles..hehe
Itulah oles-oles dari Solo. #Ehh oleh-oleh maksudnya... :D :D
Nah itu dia, alasan plus bisa nginep tanpa bayar..haha

Terima kasih, Mba Wahyu Widyaningrum. Itu perjalanan murni selama pemberangkatan hingga pulang..hehe

Oh,ya,wah lebih punya banyak pengalaman ya, Mba ?
Apalagi kalau orang yang baru pertama kali ke Solo, bingung lagi tuh..haha

Shiap, nanti aku suruh baca sendiri Mas Endro, komen-komen di blog aku :)

Hehe.. bisa jadi tuh, setidaknya persiapan gitu ya, Mba.
Terima kasih, Mba Anis Khoir :)

Betul sekali, semua ada hikmahnya..he

Iya, alhamdulialah :) Hehe.. in shaa Allah, nanti kalau ada libur. Aku sekarang di Jogja belum bisa kalau untuk keluar Jogja. Solo, misalnya :)

Masih penasaran sama jajanan tradisional di Solo :)

Hai juga bu Mei :)
Shiap, nanti aku suruh mas Endro baca sendiri tulisan dan komennya :)

Haha..wah kebalikannya ya ternyata. Oh, kuliah di Solo ya. Itu kostnya mas Endro juga dekat kampus UNS katanya, Mba.

Masa sih, penuh dengan misteri ? Penasaran pengen jalan-jalan ke Solo lagi.
Betul, selain enak murah juga. Iya, alhamdulilahnya tidak telat interview :)

Ahhhh ... Solo memang menyenangkan ya Mas

Alhamdulillah berhasil diterima kerja setelah perjuangan kaki pulang pergi

Ya Allah solo mau beli ini itu masih semurah itu ternyata, bikin kangen solo jadinya abis baca ini, tanggung jawab nih mas andi tanggung jawab ๐Ÿ˜‚

Solo, kota yang penuh memori. Salah seorang sahabat baik gua tuh berasal dari Solo, dan dulu sebelum gua berangkat ke China, gua pernah maen ke Solo dan ketemuan sama dia. Dia ajak gua keliling2, makan di warung pinggir jalan. Murah meriah, tapi rasanya ENAK BANGET! Sumpah, pengen pergi ke Solo lagi dan wisata kuliner lagi.

nyaman banget ya, bia sambil baca buku di kereta. Aku belum pernah naik kereta mas hehe...kudet banget ya.

Alhamdulillah perjalanan panjang, meski lelah tapi menghasilkan mas Endro di terima di tempatnya melamar pekerjaan, wah itu soto murah banget ya
tapi kok tetap pucat ya? hehe efek cape ya
dan pulangnya bisa dapat tempat duduk di kereta, bayangin kalau tetap tegak seperti berangkatnya, cape double deh

Whaatt? Soto harganya cuma 3000 doang...

Yuhu... Menyenangkan pake banget :)

Ternyata banyak yang masih suka baca buku, ya. Seneng sumpah ngelihatnya. :))

Wah, sama kayak saya nih, Mas. Kalau ketemu warung, langsung yang dicari es teh manis. :D

Duh, soto 3.000. Kemarinan pas ke Solo 7.500 itu nasi + soto, beserta teh manis udah termasuk murah. Ini lebih murah lagi. Gilaaaaa. Jadi pengin ke sana, kan. Hahahaha.

Udah diupload tho -_-
Cep, itu yang apa kata mereka mbok ndak usah ditampilken.

Kenapa ndak naik angkutan/trans solo? Karna kami juga ndak tau ada angkutan, kalaupun tau kami ndak tau trayek nya; maklum ndak tau seluk beluk kota solo. Apa harus jalan kaki? Alesanya kemarin waktu naik pramex expetasinya bakalan turun di st.jebres jadi tingal jalan kaki ke pucang sawit, saya liat dipeta ndak jauh juga dari st.jebres - pucang sawit (tempat wawancara). Saya baru sadar ketika semua penumpang pada turun di st.balapan dan setelah saya menanyakan pada kondekturnya ternyata ini (st.balapan) tujuan terakhir. Mikir saya waktu itu jalan antara st.jebres - st.balapan juga deket, sering saya pulkam naik kereta jaraknya juga ndak jauh2 banget kayaknya. Realitanya jalan dari st.balapan - jebres deketnya ndak seperti yang dibayangkan :D
Waktu balik dari wawancara sempet dikasih tau sama ibu warung itu suruh naik angkot/trans tapi kami tetep bersikukuh jalan aja sambil cuci mata itung2 ngirit juga, namun itu semakin boros buat biaya ngisi tenaga lagi (makan, minum, ngemil, udud) ya kalo diitung-itung bisa buat naik angkot 7-8 kali :D
Test dan wawancara ke dua seminggu setelahnya saya beranikan diri motoran dari jogja juga kebingungan sampai dikota, banyak verbodennya. Jalannya rumit juga ternyata.. :D

Oh iya tempat kerjanya cowok semua bukan karena alasan manufacture perangkat hardware yaa, yo toh untuk posisi finance, hr, marketing, sales, dll juga tidak dipungkiri diisi oleh kaum wanita. Alasan utamanya adalah faktor islami, saya pikir saya ndak perlu jelasin temen2 juga dah tau ;)

Pengalaman yang sangat berharga, sambil traveling ke solo bisa buat artikel yang panjang.

Boleh juga tuh tahu dan es tehnya pasti murah banget. Gak' nyangka ya di solo masih ada soto Rp.3000-an ๐Ÿ˜… jauh banget sama dijakarta

Serius itu soto 3000 ya mas. JAdi pengen jalan ke solo.

Alhamdulillah..perjuangan menempuh perjalanan yg cukup lumayan tidak sia2 :)

Ini benar-benar perjalanan petualangan mas, walau pada akhirnya semua menghasilkan yang manis. ha,, ha,,ha,

Tapi memang paling enak bila jalan-jalan di daerah, kecuali pemandangan yang kita dapat bagus-bagus, jajanannya pun harganya juga murah dan udah didapat. Yang terpenting irit bisa kenyangin ha,,ha, ha,

Oh,gitu. Semoga bisa ke Solo lagi, Mas :)

Bukan kudet, belum ada waktu aja ya, Mba. Semoga dilain waktu bisa naik kereta jalan-jalan kesuatu tempat bersama keluarga :)

Iya alhamdulilah, dan bisa menikmati soto dengan harga yang murah juga :)
Iya capek, itu muka udah gak karuan, Mba. Lelah gitu..
Wah gak kebayang kalau berdiri lagi, pulangnya karena duduk, bisa tidur alhamdulilah :)

Yapz Mas Mirwan, murah meriah kan..hehe

Iya mas, aku juga seneng liatnya..
Karena es teh bisa langsung menghilangkan dahaga.haha

Iya mas, gila memang. Masih ada yang semurah itu. Semoga dilain kesempatan bisa ke Solo lagi ya, Mas :)

Udah, Mas. Waktu itu kan aku kasih tahu lewat WA..hehe
Biar mas, biar seru dan mereka tahu..hehe

Nah, itu udah di jawab sama mas Endro sendiri teman-teman. Dengan jawaban yang lebih jelas dan detail :)

Betul mas Inda. Pasti mas, di Jogja aja kemarin aku nemu harga Rp.6.000,- ternyata di Solo ada yang lebih murah lagi.. hehe

Serius atuh, Mba. Murah ya..he
Ayo ke Solo dan cicipi kulinernya :)

hehe.. betul, usaha gak mengkhianati hasil :)

Haha..betul tuh, udah enak jalan-jalan, irit dan bisa kenyang :)

Tulisanmu panjang amat mas, sampai detail gitu hihihi.
Udah di Solo kenapa gak maen ke tempatku aja mas.

Kapa-kapan bisa maen bareng mas, cerita bareng.

Jogja-Grobogan deket kok haha.

Aku juga di Solo, Mas..hehe.. Tapi ke arah bandara/embarkasi haji lebih tepatnya. Prameks sekarang ga sampe Jebres ya? Kalo dulu prameks sampai ujung, Jebres. Jadi kalo anak-anak UNS biasanya turun sana.

Betewe..ikut seneng karena temannya udah dpt pekerjaan. Alhamdulillah.. :)

Bisa nih kalo ke Jogja sekalian jalan-jalan ke Solo ya?

Ya, sesuai perjalanan aku :)

Lah, aku kan gak tau rumahnya dimana dan belum punya kontak mas Santo Ahmad ?

Shiap, Mas. Iya dekat sih, semoga bisa jalan-jalan ke Grobogan :)

Oh,yah ? Agak kesana lagi ya, tepatnya ?
Iya itu kos-kosan mas Endro juga dekat sama UNS, Mba..

Iya, Mba.. Alhamdulilah :)

Bisa banget, Mas Ahmadi Sultan :)

hahahahah ya ya mas, kurang teliti aku

Ebusetttt jalan kaki berkilo2, ampe boncengan cabe2an jg. wakakakak yaampun mas, knp gak pake ojek online aja coba, uda banyak... murah pula. hahaha aku bacanya ikutan pegel. hahaha

Solo-Yogya, kota yang bakal selalu nganggenin.
ngomong2 soal kereta, gegara mampir ke Yogya dulu aku sempat ketinggalan kereta ke Malang lho hahaha

Gak kebayang jln smpe gitu, lempoh langsung aku mas..xixi
masih ada aja ya harga 3rb itu soto..

Selamat buat temennya ya, keren perjuangannya dan semoga kamu juga bisa suses ya,,

Wah , jalan kaki 6 kilometer jauh juga yaaakkkk.

Itu harga makanan di solo emang segitu ? kok , murah ,ya.

Wow ceritanya lengkap n detail. Btw selamat ya buat sobatnya, keterima kerja.
Aku juga alumni Jogja. Dlu smpt sekali maen ke solo tp blm menjelajah.
Blm baca cerita "wisuda yg tak terlupakan" itu, mungkin kunjungan selanjutnya.

pertama kali ke solo , visit kampung suami, aku jg shocked ama harga makanan di sana yg murahnya kebangetan ;p.. soto mah memang msh segituan hrgnya, walopun di warung yg udh punya nama kyk triwindu, soto gading , ya lebih mahal...

selalu suka lah kalo jajan di solo... ga ada yg mahal di sana ;p

aaahh udah lama gak ke solo. makanan disana enak2

Alhamdulillah, akhirnya selesai juga baca ceritanya, wkwkwk... panjang x lebar mas critanya. Btw, aku nyesel karena gak sempat mampir solo pas ke jogja. #sapananyak

Perjalan yang luar biasa, bisa menemani sahabat, makan murah dan pegah. tapi menyenangkan ya mas..he
jadi pengen ke solo.. berapa lama waktu prjalanan jogja-solo mas ?

Haha..fokus ke cabe-cabean ini, Mas AJi :D
Awalnya ketika naik paramex bakal turun dekat stasiun Jebres-Puncang Sawit (tempat wawancara). AKu baru sadar ternyata jauh juga..hehe

Murah sotonya mas..hehe
Pegelan aku yang jalan, Mas..hihi

Wah, kenangan banget itu ya, Mba. Berarti harus nunggu kereta yang lainnya lagi ya, Mba ?

Haha..aku ya lemboh waktu itu..hehe
Iya Solo memang murah sotonya :)

Jauh banget, Mas Agung.he

Iya segitu, coba aja kalau ke Solo makan soto mas..he

Terima kasih, MAs Joo.

Oh,ya. Jogjanya mana ya, Mas. Semoga dilain kesempatan bisa ngejelajah Solo ya, Mas.

Siap. Terima kasih sebelumnya, Mas :)

Hehe..iya betul Mba, murahnya bikin kaget. Apalagi orang-orang yang merantau di Jakarta, coba aja suruh ke Solo. Pasti kaget juga..hehe

Oh,ya. Baru tahu. Mudah-mudahan bisa jelajah soto ditempat lain kalau ke Solo lagi..

Pasti, semoga disegerakan ke Solo lagi ya, Mba Mila Said :)

Hehe..terima kasih ya, Mba. Udah baca sampae selesai.. :)
Wah, serasa ada yang kurang pasti ya, Mba. Semoga dilain kesempatan bisa mampir dan jalan-jalan ke Solo :)

Ayo ke Solo.
Lupa tepatnya berapa, tapi kurang lebih satu jam-an lebih, Mas.

perjalanan melelahkan yang membuat betis kuat tapi berakhir manis ya bro. Endro berarti tipe pekerja keras banget tuh ya, bolak-balik solo-jogja waktu weekend, kosan nya ada 2 lagi. 12 km sih... uda kayak maraton aja :")

Hehehe, perjalanan yang berkesan ya, Mas Andi Nugraha, saya jadi ingat dulu pernah naik Prameks untuk mengisi pengajian di Solo, kebetulan juga ga dapat tempat duduk :) Eh, itu soto murah meriah ya, Mas.

Betul bro :)
Iya maraton, tapi sehat juga sih. Dari pada gak pernah olahraga kan..he

Iya, Pak. Berkedan dan menyenangkan :)
Wah sama berdiri ya, Pak..hehe
Sotonya masih terbilang murah, kalau di Jogja ada gak ya harga segitu..he

jauh kali mas jalannya :D pulang ke jogja bisa langsung pijet mas...saya tiap minggu ke solo mas..kulinernya disini jauh lebih murah dari jogja,...apalagi batiknya...:D

Tempat kos 300 ribu bukannya terbilang murah ya, Mas? Aku nggak tau soal kosan sih. Tapi kalo denger orang-orang bilang ada yang sampe 500 ribu ke atas.

Oh iya, alhamdulillah. Selamat Mas Endro telah diterima. Semoga betah dan cocok di tempat kerjanya yang baru. :)

Haha.. pijetnya cukup dengan istirahat.
Waktu itu pulang ke Jogja langsung maen futsal besoknya..haha

Iya, aku pengen beli batiknya kalau ke Solo lagi, Mas :)

Iya sih, Mas. Tapi dengan kost yang ada di Jogja lebih murah lagi yang di Jogja. Mungkin saja yang di Solo terbilang mahal karena dekat dengan UNS, Rob.

Terima kasih, Rob.
Aamiin

kereta api commuternya .. jadi ngingetin kereta api commuter di Jakarta, cuman kalau di Jakarta hampir selalu ramai terus ...ehh kadang2 sepi juga sih :)

Haha..makannya ke Solo, biar tahu harga makanan disana..:D

weuw, ternyata untuk diterima kerja butuh perjalanan panjang ya? Sampai jalan kaki begitu. Jadi kebayang pencari-pencari kerja lain.

Kali ini nggak ada yang bikin ngiler, hahaha ๐Ÿ˜‚.. BTW itu jalan kaki 12kilo? Capeknya kayak apa ya?! Nih lama-lama sejawa tengah diputerin sama sampeyan mas,mantap!! Lanjutkan!

Ramai kalau hari libur ya, Mas ?
Semoga kalau pengen coba yang di Jakarta bisa longgar ya :)

Hehe..iya, Mba. Tapi alhamdulilah akhirnya berhasil di terima kerjanya :)

Mas Hendra kuran fokus berarti, itu diatas ada soto lho .. hehe

Iya mas, 12 kilo.. haha
Semoga bisa mas..he
Pengen jelajah tiap kota gitu :)

Mas Andi,
itu-soto-3000 !
Bikin saya melotot beneran, terus porsinya waw lagi. Harganya setara sama es jeruk. Sampe dibaca satu-satu lho, hihihi
Itu gado-gado sayuran lebih mahal ya. Btw, saya malah kangen mas jalan kaki berkilo-kilo gitu, cuma ngebayangin masa-masa bawa anak langsung males duluan

Jalan jalan solo ke pancen menyenangkan mas... menikmati indah nya pemandangan suasana alam yg begitu menyegarkan nafas ,hiruk pikuk suara nalpot angkotan perkotaan sembari menyantap menu soto yg harganya masih 3 ribuan.. .asyik ya...

Nama warungnya bikin inget sama Mantan Mas...

"SRI"

Iya 3rb, Mba. Murah ya..hee
Wah, terima kasih sudah baca ya, Mba..he

Hehe, penasaran sama murahnya ya, jadi dibaca satu persatu.hehe

Tapi kalau mau bawa anak lanang harus diajak juga papanya biar tambah seru..he

Wahhhh seru nya
Aku belum pernah sampe soloo

Paling jauh baru sukabumi sama purwokerto huhu

Wah lengkap sekali artikel nya, jadi pengen jalan-jalan ke Solo nih hehe.

Ditunggu kunjunganya..

Apah sotoh tigah ribuh ajah...

Tidaaaaaaaak..., murah banget, bisa kirim-kirim nih ke kalimantan.,, hehehe

Wah ceritanya seru ma komplit bener.. jadi pengen jalan-jalan ke solo juga... moga2 besok ada yang mau ajak.. hehe

Perjalanan panjang tapi membuahkan hasil. Progreming apa disolo ya ? umumnya disolo itu percetakan.
Dulu aku saat mencari kerja di jogja, bahkan rela tidur diemperan toko, karena ongkos tipis, ya kadang dimasjid. Kalau cari makan cari warung yang murah, soto.

Wah, kamu temen yang baik ya mas.
nganterin temennya interview sekalian jalan2. eksplor solo. muehehe.

mas Endro programmer? waah.. kenalin atuh.

mas, kamera yang kamu pakai itu kamera hp atau digital? bening banget, aku salah fokus sama fotonya terus jadinya.
jernihhh.

Betul sekali, Mas. Asik banget mas, harga semurah gitu mahasiswa banget.. hehe

Beuh, ini mas Wahab malah gagal fokus.. haha
Move on atuh, Mas.. hihi

Ayo ke Solo, Mas Aul :)

Nanti sekalian ke Jogja..he

Ayo agendakan aja mas Septian. Selain bisa jalan-jalan nanti bisa icip-icip makanan khas yang murah meriah :)

Haha.. basi dulu dijalan kalau mau di kirim. Nanti aja makan langsung kalau ada kesempatan jalan-jalan ke Solo :)

Ayo agendakan mas, buat ngelov di Solo asik tuh, apalagi di keretanya..hehe

Betul mas. Memang semuanya perlu pengorbanan ya, Mas. Setiap orang tentu berbeda-beda rintangan yang harus dilewatinya. Tapi kalau berani bertahan dan terus berjuang, in shaa Allah goal deh. aamiin..

Alhamdulilah, bagiku teman di tempat rantau itu udah kayak keluarga sendiri. Mereka yang mengerti akan ada disaat senang ataupun sedih.

Hehe..iya nih, kesempatan yang jangan sampai di sia-siakan :)

Aku pake HP kok, ada rencana dan niat pengen beli kamera. Mungkin tidak sekarang, karena saat ini banyak sekali keinginan yang belum tentu jadi kebutuhan :)

Saya pernah dengar, Mas, di daerah Kalasan ada juga yang harganya Rp.3000 seporsi soto, tapi saya belum tahu persisnya di mana.

ya ampuuuun murah bangeeeet
sotonya cuma 3k
di jember aja masih 5,5k
murah banget ya di solo >.<
jadi pengen main ke sana, tapi belum kesampean dari dulu, hahaha


sepertinya saya baru mampir ke sini. keren blognya. Apa memang tampilannya baru yaa??

kalau boleh tahu Mas Andi orang Makassar...ya..?

Aseeeeek.., dibayarin gak tuh..

12 kilo jadinya pulang balik? Tapi syukurlah terbayarkan๐Ÿ˜€ Jaman aku kuliah dulu rute prameks sampe Jebres lo, nggak tau knp sekarang cuma smpe Balapan aja

Emang nih udh 2x ke Solo, selalu puas dahaga kulinernya hehehehe. Ayo ke Solo lagi

-M.
http://www.inklocita.com/2017/04/tiket-jepang-murah.html?m=1

Iya murah, buat mahasiswa cocok banget ya :)
Semoga bisa jalan2 ke Solo ya.
Sepertinya tampilan blog ini masih sama..he

Bukan Mas, aku orang Sunda, tepatnya Ciamis :)

Nah itu, mungkin ada perbedaan ya, Mba sekarang :)
Semoga bisa ke Solo lagi. Masih pengen nguliner disana :)

Hehe.. Iya, semoga bisa ke Solo lagi ya :)

Menarik sekali ceritanya. Soto 3 ribu Rupiah-nya bener bener bikin ngiler jadi pingin nyobain haha

wih mas masih ada soto harga 3000 rupiah

Ngiler, ya pengen. Murah juga..hehe
Kalau dekat mah sering ini.. :D

Jalan" Rock n' roll ini mah
Kalau laper/haus nyari warung sederhana dan murah, biar gak kanker dijalan haha

Btw, baru tahu kereta warna kuning, jd pengen naik. Seringnya naik yg kelas ekonomi sih haha

ya ampun 12km mas hahaha, itu pas interview apa gak kemeringet ya bercucuran setelah jalan.

Tapi aku salut perjuangannya, memang semua perjuangan ada nilainya dan usaha gak menghkhianati hasil mas :D

Hahah.. iya nih, makan murah, jalan-jalannya tetap terus lanjut..hehe

Iya ada, bisa dicoba kapan-kapan Mas Fery :)

Berkeringet pasti, tapi bisa mengkondisikan ko.. hihi

Setuju, semuanya perlu perjuangan dan pengorbanan, dan betul itu usaha gak bakal mengkhianati hasil :)

bulan januari sama sempat ngekost dirumah teman di jogja 2 minggu padahal ada rumah sanak keluarga di solo. bukannya apa kadang rasa jenuh itu datang dan butuh refreshing. saya selama ngekost di jogja dalam sehari bisa PP jogja-Solo 2 kali sehari. Yah gitulah namanya juga belum pernah nyoba kereta jadi demen banget naik kereta pas di jogja. tapi emang mas, tiket sekarang udah naik jadi 8rb.

Nah itu dia, kalo Soto nggak terlalu bikin ngiler sih, tapi kalo bakso atau mie ayam...! Pecah ilernya

Betul mas, jenuh itu bikin gak betah, butuhnya liburan. Wah itu sampe 2x dalam sehari mas, betul-betul menikmati perjalanan di kereta banget ini mas Bimo..hehe

Iya naik, sebelumnya cuma 6rb padahal :)

Penikmat bakso juga nih Mas Hendra..hehe

Yogyakarta, solo, klaten dan teman-temannya, dari sentani-jayapura saya selalu berselancar maya menelusuri beberapa tawaran online shop. Menikmati cerita perjalanan ini, rasanya seperti ikut dalam tim. Tapi bedanya, hayalanku ketemu langsung sama produsen, hilang keraguan khawatir penipuan.

Hehe.. wah bisa menikmati gitu ya, Mba :)
asik tuh, hilang keraguan khawatir penipuan .. hehe

Wah, saya juga suka naek kereta. Bahkan tiap hari kerja Bogor - Jakarta PP naik KRL. Beum pernah coba naik kereta dari jogja ke solo saya.

Wah sampe tiap hari gitu naik kereta ya, Mba. Seru banget tuh :)
Bisa dicoba dilain waktu Mba :)

solo emang asik buat jalan kaki mas hehehe strooong mas, saya untung nemu temen ajalan ehh dikasih naik taxi and makan" mas... hehe alhamdulillah... jalan aja ams pasti nemu yg gak disangka di jalan.... Solo emang wel the best buat jalan nikmat... semoga mas endro segera diterima mas amiin... oia membaca itu mantap luar biasa mas efeknya...masyaallah...

Terimakasih buat yang sudah mampir untuk menyempatkan membaca coretan, diary, unek-unek di www.andinugraha.com

Silahkan tinggalkan komentar kamu dibawah ini, jangan berkomentar tidak sopan, jangan berkomentar yang mengandung unsur SARA. In shaa Allah aku sempatkan untuk membalas satu persatu.

Sahabatmu,
Andi Nugraha
EmoticonEmoticon