November 3, 2016

Jalan-Jalan Naik Trans Jogja


www.andinugraha.com - Alhamdulilah hari ini bisa posting lagi setelah beberapa hari yang lalu internet di kost bermasalah. Bermasalah karena belum dibayar :( Sekarang sudah lancar seperti biasanya dan hal yang aku lakukan pertama kali yaitu cek blog dan nulis.


Beberapa hari yang lalu aku merasa suntuk dan jenuh, ingin rasanya refresing. Keesokan harinya aku memutuskan untuk pergi main dengan naik Trans Jogja. Selain kangen karena sudah lama tidak naik trans Jogja lagi. Terakhir naik di tahun 2013 dulu. Itu pun aku belum tahu apa-apa tentang Yogyakarta.

Pertama kalinya ke Yogyakarta aku sampai mencatat nama terminal dan stasiun yang ada di Yogyakarta. Selain baru tahu, agar tidak lupa dan keliru. Waktu itu pertama kalinya jalan-jalan aku menggunakan trans Jogja.

Masih ingat dihari libur kuliah aku mengajak temanku Maman untuk maen ke Taman Sari. Jarak dari kost menuju halte cukup jauh, kami harus jalan kaki untuk sampai halte. Kemudian naik trans Jogja dan berharap sampai ke Taman Sari.

Karena tidak tahu dimana lokasinya, kami hanya mengikuti alur kemana mobil tersebut melaju. Dan pada akhirnya kami terdampar di halte jalan Jendral Sudirman, yang jaraknya dekat ke kampus UGM, dekat juga ke Gramedia Sudirman.

Karena bingung kami memutuskan untuk mampir ke gramedia. Jadilah seharian baca-baca buku di gramedia, meskipun tidak beli tapi kami cukup puas. Ketika perjalanan berangkat Maman terlihat pucat sekali mukanya dan dia hanya terdiam. Ketika turun aku tanya kenapa.

Ternyata Maman sendiri serasa mau muntah, biasa sering kita kenal dengan sebutan mabok. Dia memang jarang sekali naik mobil bahkan tidak pernah. Untuk mudik ke Lombok saja selalu menggunakan pesawat. Ketika pulang kami memutuskan untuk jalan kaki.

Padahal jaraknya cukup jauh, tapi demi sahabat tak apalah aku rela jalan. Sesampainya di kost pun tengah malam, kurang lebih pukul 23.00. Nah kalau jalan-jalan kali ini, aku sengaja tidak mengajak Maman karena sudah tahu jawabannya pasti dia menolak tidak mau.

Perjalanan kali ini aku bersama teman-teman dari Bogor yang sengaja main jauh-jauh mengisi liburannya ke Yogyakarta. Tapi disini aku hanya akan menceritakan diriku saja, karena belum dapat izin juga dari mereka.

Sahabat pernah naik Trans Jogja ? atau Busway ? Aku rasa dari kedua kendaraan tersebut sama saja, hanya saja ada di kota yang berbeda. Di tahun 2013 dulu aku naik trans Jogja dengan biaya Rp.3.000,- di tahun ini Rp.3.500,- Naiknya tidak terlalu jauh.


Di Yogyakarta sendiri kalau belum ada kendaraan, bisa keliling dengan menggunakan trans Jogja. Berangkat pagi pulang malam, kebetulan jam operasi trans Jogja mulai pukul 05.30 hingga pukul 21.30. Di kota pelajar ini tidak ada angkot seperti di kota-kota lain pada umumnya. Selain trans Jogja, ada juga mobil bus yang bisa digunakan seperti angkutan umum lainnya. Ada juga becak, andong, taxi dan gojek.

Di Yogyakarta yang menggunakan sepeda juga masih banyak, aku sendiri sering bersepeda. Bahkan banyak beberapa komunitas sepeda yang biasanya sering bersepeda bareng. Tapi kalau sahabat ke Yogyakarta sempatkanlah naik trans Jogja, kalau bisa keliling Yogyakarta sekalian.

Baca juga :
Mengisi Hari Libur dengan Bersepeda ke Pantai Samas
Bersepeda Ke Pantai Goa Cemara
Menikmati Sore dengan Bersepeda ke Pantai Pandansari
Suka Duka Bersepeda ke Hutan Pinus
Menelusuri Curug Banyunibo dengan Sepeda
Menelusuri Pantai Ngunggah Gunung Kidul dengan Sepeda

Setiap menggunakan trans Jogja tidak langsung sampai tujuan dengan satu mobil, tapi kita turun di halte arah kemana kita pergi, misal diawal kita menggunakan trans Jogja A1, kemudian dialihkan untuk naik mobil A2. Tergantung tujuan juga.

Setiap trans Jogja mempunyai rute masing-masing. Sahabat bisa lihat rutenya dibawah ini :
pict : yogyes.com
Dari kostku untuk menuju Candri Prambanan kebetulan hanya dua kali naik trans Jogja. Yang kedua kalinya menggunakan mobil yang terbaru berwarna biru. Kebetulan bus baru Trans Jogja ini diluncurkan pada hari Jumat, 27 Mei 2016 lalu. Baru berapa bulan saja dan aku bisa merasakan bus terbarunya. Kabarnya adanya bus baru karena mobil trans Jogja yang lama sudah ada beberapa yang tidak nyaman lagi digunakan. Misalnya seperti asap pada mobil berwarna hitam pekat, sliding door yang macet bahkan tidak bisa ditutup.

Bus trans Jogja baru ini sudah dilengkapi dengan running text LED, sehingga penumpang bisa mengetahui informasi jurusan, dan halte tujuannya. Namun, kabarnya belum semua rute akan dilalui bus baru ini.


Ketika aku menggunakan bis yang baru rasanya tentu berbeda, misal seperti melewati polisi tidur tetap saja nyaman tak terasa. Tapi waktu menggunakan bis yang hijau yang dulu sangat berbeda, terdengar sedikit berisik pada badan mobilnya.

Bus trans Jogja ini merupakan salah satu alternatif transportasi yang beroperasi di dalam Kota Yogyakarta sejak tahun 2008. Kapasitar untuk penumpangnya bisa mencapai 20 orang yang duduk dan 20 orang lagi berdiri. Kalau sahabat naik trans Jogja usahakan bisa duduk, karena dengan jarak yang cukup jauh lumayan capek juga.

Bagi sahabat yang naik trans Jogja wajib membeli tiket single tripnya seharga Rp.3.500,- Tiket ini digunakan untuk naik kemana pun, termasuk untuk keliling kota Yogyakarta. Jika kita turun di satu halte kemudian transit ke armada lain, kita tidak perlu membayar lagi. Namun hal ini tidak berlaku jika kita bergati halte.

Jika sahabat yang hendak liburan di kota Yogyakarta dengan waktu yang cukup lama, aku sarankan untuk membeli tiket berlangganan dengan sistem isi ulang mulai dari Rp.15.000,- Rp.25.000,- Rp.50.000,- dan Rp.100.000,- Selain itu, jika sahabat berpindah halte dengan jarak waktu kurang dari 1 jam sejak pertama kali naik trans Jogja maka tidak akan dikenai biaya. Untuk membeli tiket langganan ini harus mengisi data diri terlebih dahulu di halte-halte khusus yang bertanda POS (Point of Sales). Itulah sedikit gambaran untuk naik trans Jogja.

***

Sesampainya di halte dekat candi Prambanan kurang lebih duhur. Aku melaksanakan sholat Dzuhur terlebih dahulu sebelum masuk.


Setelah sholat aku lanjutkan perjalanan untuk masuk ke dalam candi Prambanan. Biasanya setiap mau masuk banyak sekali para kusir andong yang menawari untuk naik. Dan itu harganya lumayan mahal, sempat aku ditawarin sampai harga Rp. 40.000 sampai masuk, tapi waktu itu aku menolaknya. Aku melanjutkan perjalanan dengan beberapa meter, kemudian ada lagi salah satu kusir andong yang nawarin untuk naik andongnya dengan harga yang sangat jauh berbeda yakni Rp.10.000,-

Sebelum masuk ke pintu masuk, aku melewati air mancur yang menurutku indah. Aku sengaja mengabadikannya. Setiap melihat air mancur aku teringat dengan air mancur dirumahku yang sudah rusak, karena kolam depan rumah terbelah pecah terkena petir ketika hujan.


Sebenarnya setiap kita beli apapun di kota Yogyakarta, harganya tidak semahal yang ditawarkan, jika kita bisa menawarnya pasti akan lebih murah. Sesampainya di tempat pembelian tiket masuk lumayan ramai orang yang datang, karena waktu itu hari libur. Untuk masuknya Rp. 35.000,- per orang.


pict : reportaseharga.com
Nama Candi Prambanan sudah tidak asing lagi ditelinga kita, hampir semua orang Indonesia sudah pernah tahu tentang Candi Prambanan. Hanya saja tidak semua orang Indonesia pernah pergi dan melihatnya langsung.


Candi Prambanan merupakan sebuah candi Hindu yang berada di perbatasan antara 2 propinsi yakni Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Prambanan juga sudah diyakini di Asia Tenggara dengan ketinggian mencapai 47 meter. Bahkan oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Dibangun pada abad ke-9 dan dipersembahkan untuk tiga dewa besar agama Hindu yakni Dewa Brahma sebagai dewa pencipta, Dewa Wishnu sebagai dwa pemelihara, dan Dewa Syiwa sebagai dewa penghancur.


Candi Prambanan disebut juga Candi Rorojongrang karena terkait oleh sebuah legenda yang konon diyakini oleh sebagaian masyarakat jawa. Legenda tersebut menceritakan seorang pangeran yang bernama Bandung Bondowoso yang jatuh cinta kepada seorang putri bernama Rara Jongrang. Karena sang putri tidak kuasa untuk menolak cintanya maka sang putri mengajukan syarat yang harus di penuhi Bandung Bondowoso yaitu membuat candi dengan jumlah 1.000 arca dalam waktu semalam.

Permintaan Roro Jongrang tersebut disanggupi dan hampir terpenuhi pada suatu malam sampai akhirnya Roro Jongrang meminta bantuan warga desa untuk menumbuk padi agar memacing ayam jantan supaya berkokok yang menandakan hari sudah pagi. Tetapi Bandung Bondowoso tahu kalau dicurangi yang pada waktu itu sudah menyelesaikan 999 arca, yang selanjutnya mengutuk Roro Jongrang menjadi arca yang ke 1.000.


Candi Prambanan letaknya tidak jauh dengan candi-candi yang lainnya seperti Candi Kalasan, Candi Pawon, Candi Plaosan, Candi Kraton Ratu Boko dan masih banyak lagi yang lainnya. Disini aku tidak berbicara panjang lebar mengenai sejarah Candi Prambanan, jika sahabat ingin tahu bisa cek langsung di si mbah google ya.. hehe

Di Candi Prambanan juga ada beberapa boneka besar yang di dalamnya orang. Sama seperti di 0 KM Yogyakarta, di alun-alun kidul juga ada. Setiap orang yang ingin berfoto tinggal membayarnya saja, kalau di alun-alun setahuku seikhlasnya. Tidak tahu kalau yang di Candi Prambanan. 


Di blog ini aku sengaja tidak mengupload banyak foto, karena beberapa foto banyak yang backgroundnnya sama, hanya saja gayanya yang berbeda. Aku merasa senang bisa melihat pemandangan yang indah di tempat ini. Meskipun panas, kesampaian juga main ke Candi Prambanan. Padahal sudah 3 tahun lebih di Yogyakarta. Kalau ke Candi Borobudur aku pernah dulu ketika stadytour SMA.
 

Setelah aku merasa capek dan panas, aku keluar dari Candi untuk mencari tempat yang teduh plus ada kursinya. Alhamdulilah waktu itu belum banyak orang yang duduk disitu, aku sempatkan untuk duduk sembari istirahat. Enaknya sembari minum es, tapi tidak ada yang jualan disekitar tempat dimana aku duduk.


Setelah rasa capek terobati aku melanjutkan perjalanan lagi, dan melihat ada penangkaran rusa. Ternyata tidak hanya di kebun binatang saja bisa melihat rusa, di Candi Prambanan juga bisa. Setiap pengunjung juga bisa memberi makan rusa sendiri. Makanannya bisa dibeli di dekat kandangnya dengan harga Rp.2.000,-


Awalnya tempat penangkaran yang ada di Candi Prambanan hanya ada 12 ekor rusa yang didatangkan dari Istana Bogor, Jawa Barat. Namun saat ini populasi rusa tutul di tempat tersebut terus berkembang sehingga menjadi daya tarik tersendiri para wisatawan yang berkunjung ke Candi Prambanan.


Tak jauh jaraknya dari penagkaran rusa, terdapat sebuah museum. Di dalamnya terdapat berbagai temuan benda bersejarah purbakala. Museum ini dibangun dalam arsitektur tradisional Jawa, berupa rumah joglo. 


Koleksi yang tersimpan di museum ini merupakan batu-batu candi dan berbagai arca yang ditemukan di sekitar lokasi candi Prambanan. Seperti arca lembu Nandi, resi Agastya, Siwa, Wishnu, Garuda, dan arca Durga Mahisasuramardini, termasuk pula batu Lingga Siwa, sebagai lambang kesuburan.


Selama di museum  aku tidak banyak yang aku foto, termasuk patung-patung yang satu per satunya tidak aku foto. Tapi jika sahabat ingin tahu silahkan googling saja ..hehe.  Atau agar lebih afdholnya langsung maen ke Candi Prambanan.


 


 

 Di Candi Prambanan ini ada beberapa hal yang dapat pengunjung lakukan, pertama bisa belajar sejarah dan budaya. Karena Candi Prambanan merupakan salah satu situs yang dijadikan referensi untuk belajar sejarah kebudayaan Hindu di Indonesia.

Selain itu, sahabat juga bisa menyusuri relief demi relief dan menemukan kisah Ramayana dengan alur sesuai dengan tradisi lisan India. Bisa juga untuk photo session. Di komplek Candi Prambanan memiliki taman serta pemandangan yang indah ini bisa menjadi tempat hunting foto.

Terakhir yang aku lakukan yakni berburu oleh-oleh, aku tertarik gantungan kunci dan mobil-mobilan yang terbuat dari kayu. Gantungan kunci disini harganya dibandrol Rp.1.000,- semuanya. Selain murah bagus juga buat oleh-oleh keluarga. Selain itu ada juga suvenir seperti gelang, kalung, tas, baju, hiasan dinding, bahkan makanan ringan dan kue juga tersedia. Kamu bisa menawar untuk mendapatkan harga yang sesuai.


Itulah perjalanan selama aku di Candi Prambanan. Perjalanan yang membuat suntukku hilang. Semoga dilain waktu bisa jalan-jalan lagi menggunakan trans Jogja.

Artikel Terkait

Founder DiaryMahasiswa.Com Hobinya Jalan-jalan, makan, bersepeda dan membaca | Penulis 5 Judul Buku | Bisa dihubungi : PIN : D097B234 | SMS/WA 085723741831

73 Komentar dari sahabat Andi Nugraha

Asik banget bisa nyobain bus Trans Jogja. Aku belom pernah malah. Pernahnya Trans Palembang sama Trans Jakarta. Wkwkwk.

Ah jadi kangen Jogja :(

noted banget nih rute trans jogja, udah lama ga piknik ke Jogja

Weee, kalau saya ke daerah sekitar Candi Prambanan situ biasanya naik sepeda, Mas. Ohya, bila suatu saat ke Candi Sambisari, kalau sehari atau dua hari sebelumnya ngabari aku via WA ya, Mas, saya usahakan nanti kita bisa ketemu. Insya Allah nanti saya traktir saoto bathok yang tempatnya tidak jauh dari candi :)

Pernah naik trans sekali, tapi penuuh banget, susah dah kalau bawa anak kecil, apalagi kalau mau turun dan bis masih penuh. Kalau jalan sendiri sih naik bus trans ngga masalah.

Murah ya di, bisa keliling Jogja dengan harga murah ..

kalau naik bis biasa apa harganya sama mas andi ?

Di jogja ada juga ya bus trans.. Pantesan lama update, nggak taunya internet bermasalah. Emangnya dapat WiFi gratis yah di kostan?? Enak dong akses internetnya cepat

Dulu pas masih kuliah kalau ke Jogja suka banget naik trans, murah dan waktu itu masih sepi.. nyaman banget lah, tapi kudu sabar diajak muter-muter Jogja dulu, hehehe. kabarnya sekarang rame penumpangnya ya?

Wahaaak :D aku dulu pas SMA langganan naik Trans Jogja dong kalau sekolah :D

Iya mba asik dan menyenangkan :)

Tapi aku rasa naik trans Jakarta or Jogja sama saja, hanya kota dan tempat tujuan naik busnya yang berbeda.. hehe

Wah, Trabs Jogja ini membantu bnget waktu aku stay di Jogja thn 2010. Soalnya gak punya kendaraan pribadi klu kemana2

Iya mas, kapan2 ke Jogja lagi mas, eksplor dan dibagikan blog :)

Sampai sekarang potongan tangan prasasti itu menjadi misteri.. siapa yang nemu terus memasukan kesela2nya dia berhak mendapatkan keberuntungan.... hahha kali gitu*

Kalau bapak jaraknya dekat ya pak, jadi senang kalau sepedahan :)

In shaa Allah pak, nanti saya kabarin kalau mau ke Candi Kalasan :)
Baru dengar saya pak namanya soto bathok, apakah penyajiannya menggunakan bathok juga pak ?

Iya betul sih mba kalau lagi ya sepi, kalau ramai bisa desak-desakan :)
Kalau sekali naik sampai tujuan langsung itu bukan trans Jogja mba.. hee
Untuk harganya juga pasti berbeda :)

Tapi bersyukurlah sudah pernah mencoba naik trans, setidaknya bisa diceritakan..hehe
harganya terjangkau juga :)

Betul, selagi belum ada kendaraan bisa naik trans Jogja dengan harga yang murah :)

Karena aku udah lama gak naik bis yang biasa jadi belum tahu sekarang. Tapi dulu waktu naik harganya sama ko seperti trans Jogja :)

Untuk sekarang kalau kemana2 lebih sering naik sepeda..hee

Iya ada mas :)

Iya mas waktu itu bermasalah..hehe
Aku gak dapat internet gratis sih mas, tapi aku dan teman-teman masang Speedy, jadi ya lumayan cepet, apalagi buat ngeblog..hehe

Oh gitu, wah sudah lama ya mba. Dan itu belum ada trans Jogja yang biru :D

Betul mba, kudu sabar, karena untuk ke Candi Prambanan juga harus muter melewati beberapa haltenya.. :)
Iya sekarang ramai sekali penumpangnya, selain nyaman harganya juga murah :)

Oh gitu, wah sudah sering ya mas Febri jadi gak asing lagi naik trans Jogja..hehe
Btw, asli Jogja ya mas ?

Iya betul mba sangat membantu bagi yang belum punya kendaraan selama di Yogyakarta.

Wah sudah lama juga ya, 2010 :)

Hahaha.. mas Adhi sampe merhatiin patung yang itu :)
aku juga gak tahu itu, tapi setahuku dari dulu emang seperti itu :D

dengan ongkos yang relatif murah karena menggunakan bus trans jogja tentu berkelilingnya kita di jogja maskin makjleb nih

Buset, masih 3500 aja itu tarifnya? Kagak naik-naik itu gak rugi apa yah? Hahaha

Lho, ternyata gak ada angkot di Jogja. Baru tahu. :))

Tarifnya sama kayak Transjakarta. Cihuy perjalanannya.

Betul Mang Lembu, ayo keliling Jogja dengan naik trans Jogja :)

Gak tau kalau itu bang. Memang terjangkau ya, dengan harga segitu kita bisa jalan-jalan bahkan keliling Jogja :)

Iya di Yogyakarta tidak ada angkot mas Robby, tapi masih banyak kendaraan seperti becak dan andong.. :)

aku juga naik transjogja ke prambanan wktu itu pas anakku 6 bulan..pengen lagi kesana

Wah, masih 6 bulan sudah diajak jalan2 ya.. Nanti besarnya bakal jalan2 trus.. hehe

serui iihh..jadi pengen nyobain Trans Jogja :)

Aku pernahnya cuma yang 1A arah Prambanan. Ehehe. Soalnya lebih sering sewa mobil gitu rame-rame sama temen. Btw, kamu nggak sekalian ke Ratu Boko? :D

wahaha kalo aku sendiri nyobain trans jogjanya pernah sih, tapi naik ga turun turun wkwkk :D , mana waktu itu rame rame, jadi naik dengan orang itu di tempat pertama dan turun juga dengan orang yang sama di tempat pertama waktu naik hhahah

Kapan ya, aku bisa ke Jogja ? ;(
foto-fotonya biki envy ih, mz...

Oo, klo dipikir2 juga lbih baik naik trans jogja sih, murah dan playanan nya juga lumayan. Wjar sih klo nggk ada angkot.
Smpe skarng gw masih bermimpi bisa ke jogja nih. Kmarin liburan cman ke bali - lombok.

Mdah2an bsok2 bisa brkunjung ke jogja, apalagi ke candi prambanan. Nice post andi!

Iya enaknya memang sewa mobil, tapi kemarin lagi kangen naik trans Jogja..hehe
Kebetulan waktunya tidak sempat kemarin, karena terlalu asik di Candi Prambanan, sampe Maghrib juga masih di Candi Prambanan :D

Candi Ratu Boko biasa aku dan teman2 gunakan untuk makrab, pemandangannya keren :)

Wah mas Andri keasikan sepertinya naik trans Jogja..hehe
kejadian itu jadi pengalaman ya mas, dan tak bisa dilupakan :)

Hehe,, ayo agendakan put :)
Dan jangan lupa menabung terlebih dahulu, nanti kalau ada waktu luang baru ke Yogyakarta :)

Iya betul mas Reyhan :)
Wah keren sudah bisa ke Bali dan ke Lombok (y)

Semoga segera bisa ke Yogyakarta mas :)

udah pernah keliling jogja naik transjogja..pernah jalan kaki juga keliling sebagian jogja :D

Seru banget yak?? Sampe sekarang gue belum pernah naik busway. Soalnya gue dulu pas ke jogja jalan-jalannya naik becak. Ya sambil menikmati perjalanan gitu (walaupun panas). Lain kali nyoba busway ah.

Trus itu, gue juga belum pernah ke prambanan. Borobudur udah. Gue lebih suka pas ke museumnya, lihat-lihat borobudur pas pertama ditemukan, miniaturnya dsb. (y)

Gue belum pernah naek trans jogja nih. Klo prambanan sih udah. Keren kan gue? haha

mantep bang ane malah belum pernah naik trans tranan hahahahaha.....pengen

Bos bos kalau di jogja mau cari kost bisa di duniakost.com ya..

Semoga ini bisa bermanfaat..

Betul mas, Aku naik becak juga pernah. Memang naik becah nyaman sekali dan betul bisa sembari menikmati perjalanan, lebih enaknya sore hari naiknya mas..hehe

Di museum memang bagus, selain bisa melihat monumen yang ada didalamnya bisa juga sembari belajar, tahu sejarah candinya :)

Haha.. Iya keren (y)
Aku sendiri lagi kangen saja sih naik trans Jogja :)

Hehe.. Bisa dicoba nanti mas kalau ada waktu, sekalian main dan jalan-jalan :)

Siap bos. Terimakasih infonya ya :)

gw pernah dan iya murah, kalo gak salah dari malioboro dulu.. trus muterin sampe ke kebun binatang, trus benenti di jalan apa gitu lupa.. arahnya mau ke ambarukmo,,, dan ternyata muternya jauuuuh :D kawatir juga dulu nyasar mau turun naik taksi aja.. wakakka kalo inget jadi pengen kesana lagi

Hehe.. wah jadi pengalaman ya mas, dan itu tak bisa terlupakan begitu saja. Bisa diceritakan kepada anaknya mas.. hehe

Kalau ada waktu ke Jogja lagi mas, dan jalan-jalan naik trans Jogja :)

jadi referensi buat jalan jalan di yogya nih, naik busway yang relatif murah, bisa keliling kota yang penuh pesona...

apakah jogja sekarang beda sama jogja 4 taun yang lalu #eaea

Betul mas, bisa keliling Jogja dengan harga yang terjangkau :)

Tentunya banyak yang berbeda mas, tiap tahunnya selalu ada perubahan :)

Kalau ke Prambanannya sudah, tapi naik Trans Jogja belum. Kapan-kapan mau coba ah, sepertinya seru :)

Boleh tuh kak, dicoba sembari keliling Jogja :)

Eh aku pernah cobain ini tau ndi ahahhaha
Waktu itu malah cobainnya sama bapakku pas pertama kali tes kerjaan jadi fresh graduate, ada beberapa yg pas dapetnya longgar, tapi ada juga yg pas penuh...sempet nunggu juga agak umpel umpelan karena shelternya agak kecil ya, moga trans jogja semakin berkembang pesat buat kemudahan transportasi public utamanya kantong mahasiswa hihihihi

Oh gitu, iya gek nentu mba ramai gknya naik trans Jogja. Tapi kalau hari libur biasanya ramai dan antri.. :)

Iya agak kecil, kadang gak muat kalau banyak penumpangnya mba..

aamiin.. Ongkosnya pas buat mahasiswa seperti aku ini.. hehe

kalau kangen Jogja, pastinya banget sih..yang jadi masalah adalah..kangen sama sayah nggak sih?

aku malah belum nyoba trans yang bus baru (biru) itu ee.

Ayo ke Jogja lagi mas, coba trans yang warna biru.. he

Rutenya masih sedikit yak,kalau di pekanbaru smapai 8B
Hahahah..
sampai pusing aku menghapalnya..

Ah pengen ke jogja deh,masih wacana mulu

Wahhh... kakak Andi jalan-jalan mulu kerjaannya, kemarin sehari bersama Fijo.. sekarang naik trans Jogja.. kereennn..
Suka baca buku juga tuh, biasanya sering baca buku apa aja tuh, kakak?

Iya mba, oh ya di Pekanbaru sampe segitu :)

Iya benar, kalau harus di hafal malah bikin bingung mba.. hehe

Dipersiapkan saja mba. Agendakan dan rencanakan.. danjangan lupa nabung.. hehe

hehe...Sebenarnya duluan jalan2 yang ini dibandigkan sama yang gowes sama fijo :)

Buku motivasi biasanya, sekarang lagi pengen sesekali baca novel :)

pernah naik bus trans bandar lampung, itu aja cuman sekali, dan ternyata cukup menyenangkan, ketimbang bus biasa.

keren juga lo bisa mengabadikan pengalaman lo, gue mah males nulis tentang perjalanan travelling, kecuali klo memang cukup menyenangkan

Wah, ternyata di Yogya sekarang udah ada sistem transportasi seperti ini ya? Wah, Yogya udah maju banget ya ternyata, dulu pas terakhir gua ke sana kayaknya masih belum semaju sekarang hehehe

Terima kasih sudah membaca. Silahkan tinggalkan komentar, karena komentar kalian semua sangat berarti bagiku. Sebuah komentar bisa memotivasi seorang blogger agar bisa terus berbagi dan menginspirasi malalui tulisan.

Berkomentarlah dengan sopan, karena itu bisa mencerminkan dirimu sendiri.
In shaa Allah aku sempatkan untuk membalas satu persatu.

Sahabatmu,
Andi Nugraha
EmoticonEmoticon