October 20, 2016

Merasakan Suasana Pagi di Padang Pasirnya Yogyakarta


www.andinugraha.com - Sudah lama aku mengetahui padang pasir yang ada di Yogyakarta. Namanya Gumuk Pasir, yang letaknya di Jalan Pantai Parangkusumo, Parangtritis, Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sering melihat beberapa fotonya di internet, tapi aku rasa ada yang kurang kalau aku tidak langsung melihatnya.

Dua hari aku terdampar di kasur kesayanganku. Gara-gara kehujanan dan kurangnya istirahat. Jadi badan ini drop. Keluar kamar saja tidak kuat dinginnya. Di malam kamisnya Alhamdulilah aku sudah mendingan dan kebetulan ada Eko, sahabatku. Aku jadi lebih mudah untuk pergi keluar makan. Ada yang nganterin :D

Setelah makan, dia memberitahu ada buy one get one di toko eiger jalan kaliurang. Aku langsung penasaran, karena sedari SMP ingin sekali membeli tas merk eiger namun belum kesampaian sampai sekarang karena mahalnya.

Foto kiriman EIGER STORE JAKAL JOGJA (@eigerstorejakal) pada


Di malam itu juga aku dan Eko langsung pergi ke toko eiger kaliurang untuk melihat tas yang sedang diskon. Ternyata lumayan banyak pilihan. Tidak hanya tas saja, ada juga baju yang di diskon. Kebetulan hanya sampai akhir bulan Oktober. Bagi sahabat yang tidak mau ketinggalan dengan diskonnya, silahkan mampir di eiger jakal Yogyakarta.

Sesampainya disana, kami fokus di depan tas saja, melihat-lihat mulai dari bawah hingga atas. Setiap tas kami lihat dan cek, mulai dari harganya hingga dalamnya. Tas eiger yang dibandrol buy one get one tidak semuanya, hanya yang digantung di dekat pintu saja, itupun harus tas yang sama.


Lumayan lama kami melihat dan muter mencari yang pas, aku ingin yang ini, Eko yang itu. Begitu juga sebaliknya. Hingga akhirnya kami saling pilih, kalau tetap membeli sesuai dengan keinginan masing-masing tentu harganya tidak but one get one. Jadi beli sendiri-sendiri dengan harga normal.


Aku sendiri tadinya ingin memilih tas yang nomer 1 pada gambar diatas, sedangkan Eko kurang setuju dan memilih yang nomer 2. Setelah difikir kembali aku pun setuju dengan pilihan Eko. Pertama bentuknya bagus, penuh warna tidak hanya hitam saja. Kemudian lumayan besar juga 22 liter. Cocok buat kuliah, bersepeda ataupun jalan-jalan.

Tas yang kami pilih dibandrol dengan harga Rp. 345.000,- Meskipun sama tapi tak apalah, karena tasnya Eko rencana dikasihkan untuk adiknya yang di Kalimantan. Setelah dibayar kami bergegas pulang, tapi sayang hujan pun turun, dan menemani kami ketik pulang.

Padahal malam itu kondisi badanku kurang fit, setelah dua hari terkapar di kamar. Aku butuh ketenangan, Eko mengajaku untuk menginap di rumah neneknya. Kebetulan selama di Yogyakarta dia tinggal di rumah neneknya di Bambanglipuro, Bantul.

Aku pun mengiyakannya, malam itu juga kami berangkat ke rumah neneknya. Dengan rencana pagi harinya kami jalan-jalan ke pantai. Karena jaraknya dari rumahnya tidak begitu jauh menuju pantai. Meskipun pagi harinya gerimis, kami tetap berangkat menju pantai dengan tujuan akhir yakni gumuk pasir.

Di rumah Eko, aku bisa tenang, selain bisa istirahat tanpa mendengar bisingnya kendaraan motor, disekeliling jalan menuju rumahnya pun bisa melihat sawah. Tidak seperti di dekat kostku, yang ada hanya rumah, rumah dan rumah.


Meskipun sebelumnya aku sudah pernah bersepeda ke pantai Samas, tapi baru kali ini aku ke pantai samas bisa melihat langsung papan nama Pesona Pengklik Pantai Samas.  Di hari libur biasanya banyak yang berkunjung kesini, ada juga gubuk-gubuk yang disediakan dipinggir pantai Samas.


Kami hanya duduk sembari melihat orang yang mancing, padahal masih pagi tapi yang mancing sudah banyak. Setiap orangnya tidak hanya satu pancing, tapi lebih dari satu. Tak lupa juga untuk mengabadikan foto di pantai Samas ini.


Dengan PD nya aku berfoto dengan tas baruku :D Tak apalah beli juga untuk dipakai. Sekalian perdana mengguankannya, sekaligus dibawa ke pantai. Eko sendiri tidak memawanya, karena aku membawanya untuk digunakan, membawa gadget, gopro dan jaket.

Di pantai Samas ini kami tidak lama, kami melanjutkan perjalanan menuju gumuk pasir. Dengan semangatnya aku menuju kesana. Karena penasaran dengan tempatnya. Namun ketika diperjalanan kami melihat tembok besar berwarna orange dan biru. 

Karena kami penasaran, akhirnya menghampirinya. Dan itu adalah pintu masuk ke MANGROVE BAROS, KAWASAN KONSERVASI TAMAN PESISIR yang letaknya berada disebelah barat muara Sungai Opak dan disebelah timur Pantai Samas.


Tapi kondisi pintu masuk ke Mangrove Baros tersebut sedang tahan penyelesaian, sahabat bisa lihat sendiri seperti apa. Disitu juga masih banyak kayu-kayu dan besi yang digunakan untuk penyelesaian pintu masuk Mangrove Baros.



Setelah melihat dan berfoto dipintu masuk yang belum jadi itu tadinya kami mau melanjutkan perjalanan menuju gumuk pasir. Tapi Eko mengajaknya untuk masuk ke dalam hutannya. Setelah masuk, sebenarnya kami ingin melihatnya ke dalam lagi. Tapi karena jalannya tidak memungkinkan, selain becek dan banyak lumpur. Licin juga, karena malamnya terkena hujan.


Hutan Mangrove Pantai Baros ini merupakan kawasan ekowisata hutan mangrove dan wisata pantai selatan di kabupaten Bantul. Kawasan ini dibangun atas dasar inisiatif dari masyarakat setempat yang peduli dengan alam. Khususnya di daerah tepian muara sungai Opak dan Pantai Baros.


Kawasan tersebut, perlahan-lahan dilakukan penanaman pohon bakau secara bertahap. Dan hasilnya tahun demi tahun tanaman bakau tumbuh dengan lebat dan berhasil membentuk hutan bakau kecil.

Kami hanya berfoto-foto disekitar, tidak masuk ke dalam. Sebenarnya ingin masuk dan berharap bisa bermain rakit. Tapi aku ada janji sama teman-teman siang itu. Takut tidak tepat, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. 


Di perjalanan aku diajak menelusuri perjalanan yang tidak biasa, selain melewati kampung. Jalannya juga sangat kecil dan disamping kanan ada sungat, banyak juga pepohonan seperti pohon bambu dan yang lainnya.



Setelah keluar dari kampung, kami membelokan arah untuk melihat kawasan landas pacu pesawat. Karena waktu tidak ada pesawat, kami mengendarai motor dengan santai. Ada juga yang berfoto-foto, lari dan lain sebagainya.


Memang tempatnya bagus, apalagi untuk yang suka balapan, tapi jujur bagiku cocok untuk berolah raga. Lari pagi misalnya atau bersepeda beberapa. Selain pagi, biasanya sore hari juga banyak orang yang datang ke tempat ini, hanya untuk mengabadikan foto. Baik yang berfoto dengan kendaraan ataupun tidak.


Di landasan pacu kami hanya sebentar, kemudian lanjut ke gumuk pasir. Di perjalanan kami bertemu dengan beberapa orang yang mau ke gumuk pasir juga. Meskipun masih pagi, tapi sudah mulai ramai, karena suasana pagi tidak panas, berbeda dengan siang hari. Sudah pasirnya panas, ditambah cuacanya juga sama.


Gumuk Pasir yang mirip Gurun Sahara ini merupakan salah satu objek wisata yang paling di favoritkan oleh warga Yogyakarta. Selain tempatnya unik, gumuk pasir ini juga letaknya tidak jauh dari pantai Parangtritis. Bagi sahabat yang hendak pergi ke pantai Parangtritis, sangat disayangkan jika tidak mampir ke tempat ini.


Gumuk Pasir Parangkusumo ini tempatnya sangat mirip dengan gurun Sahara di Arfika Utara. Konon disebutkan gundukan pasir seperti ini hanya ada dua di dunia. Salah satunya ada di Meksiko, dan yang paling dekat dan mudah dijangkau adalah Gumuk Pasir Parangkusumo Yogyakarta.

Adapun tarif penitipan atau parkir di Gumuk Pasir Barchan, sebagai berikut :


Unuk parkir motor cukup membayar Rp. 3.000,- mobil sebesar Rp. 10.000,- sedangkan untuk mobil bis sebesar Rp. 20.000,- Namun waktu aku ke gumuk pasir ini tidak membayar sama sekali. Mungkin karena masih pagi. Para pengunjung juga tidak begitu banyak yang datang.

Di gumuk pasir ini sahabat bisa bermain ayunan, selain sembari menikmati pemandangan, sahabat juga bisa mengenang kapan terakhir maen ayunan. Aku sendiri dulu ketika TK.


Sebenarnya ketika kami berganti-ganti pose foto, kaget ketika melihat tali pada ayunan yang hanya di solasiban saja. Aku rasa kalau yang naikin berat badannya berat pasti bisa lepas tuh tali. Tapi kalau hanya buat duduk dan berfoto saja sepertinya tidak apa-apa.


Semoga kedepannya bisa lebih baik lagi, baik ayunan atau tempat-tempat yang lainnya. Agar setiap pengunjung yang datang tetap terawat, terutama pengunjung yang sengaja datang jauh-jauh dari luar Yogyakarta.


Selain bisa bersantai di ayunan, para pengunjung juga bisa menikmati sanboarding di gumuk pasir ini. Bagi yang suka tentu akan senang sekali karena bisa merasakan meluncur diatas pasir seperti halnya bermain selancar di pantai. Aku sendiri waktu kesini tidak bermain sanboarding, selain memang kurang minat aku juga tidak ada niatan untuk bermain sanboarding ketika ke gumuk pasir.

pict : infowisatajogjaku.blogspot.com
Aku juga belum tahu berapa biaya untuk bermain sanboarding. Tidak kepikiran juga untuk menanyakan. Tapi aku mendapatkan info dari salah satu blog yang sudah pernah bermain sandboarding di gumuk pasir pada 2015 yang lalu dengan harga Rp. 150.000,- Meskipun sepuasnya untuk bermain tapi aku rasa cukup mahal dengan harga segitu. Kemudian aku mendapatkan info kurang lebih di bulan Februari 2016 biaya sewa sebesar Rp. 70.000,-

pict : penulispro.com
Di bulan Oktober ini mungkin bisa lebih mahal, atau mungkin juga lebih murah. Jika sahabat penasaran bisa dicek sembari main ke gumuk pasir. Klau dilihat dari gambar diatas memang terlihat seru dan menyenangkan. Apalagi bisa bermain sanboardingnya bersama teman, bisa balapan juga.

Ada juga papan yang aku anggap sebagai hiasan, selain hiasan bertuliskan juga nasehat. "YA TUHAN... Jauhkanlah JODOH orang-orang yang BUANG SAMPAH Sembarangan." Tulisan tersebut megnajak para pengunjung agar tidak membuang sampah sembarang.

Karena di pasir, setiap buang sampah sembarangan tentu akan terlihat. Maka dari itu jangan buang sampah sembarangan. Apalagi sampai di kubur di pasir. Jangan sampai !


Selain itu ada suatu hiasan atau apa ya, aku menyebutnya hiasa bunga berbentuk love. Bisa sahabat lihat seperti dibawah ini. Tempat ini sangat cocok bagi pengunjung yang berniat untuk berfoto pree wedding. Atau bagi mereka yang sudah mempunyai pasangan halal.





Setelah cukup puas di gumuk pasir, kami memutuskan untuk pulang. Selain sudah mulai siang, aku juga ada rencana mau bertemu teman-teman untuk berkumpul. Ketika diperjalanan kami merasa lapar, Eko sendiri menyarankan untuk beli mie ayam di daerah Samas. Karena sudah lapar, aku pun mengiyakannya.


Kami memesan mie ayam bakso dengan minum es jeruk. Sahabat awas jangan sampai ngiler melihat mie ayam bakso ini. Meskipun baru pertama kalinya makan mie ayam bakso arema ini, rasanya lumayan enak dan pas di mulutku.


Sahabat sepertinya harus mencoba mie ayam ceker arema ini. Kami membeli mie ayam ceker + bakso dan minumnya es jeruk. Semuanya cukup membayar Rp. 10.000,-


Itulah suasana selama aku menikmati pagi di padang pasirnya Yogyakarta. Sahabat kalau ke Yogyakarta jangan lupa untuk main juga ke tempat ini.

Artikel Terkait

Founder DiaryMahasiswa.Com Hobinya Jalan-jalan, makan, bersepeda dan membaca | Penulis 5 Judul Buku | Bisa dihubungi : PIN : D097B234 | SMS/WA 085723741831

110 Komentar dari sahabat Andi Nugraha

kok talinya di plaster sih??
nggak diganti ya oleh pengelolanya

Ternyata padang pasir Jogja keren gitu, ya mas. Coba aja ambil view pantainya lebih banyak. Pasti bakal bikin ngeiler.

Dan, soal tali itu. DIlakban gitu emang aman, ya mas?

wah wisata di jogja makin ciamik saja. jadi pengin pulang kampung.

baksonya bikin ngiler nih

MasyaAllah, keren, yah.

Ka Andi orangnya detail, lengkap, kalau nulis. Keren deh pokoknya. Selalu ada gambar lokasi, tempat, atau apalah itu yg bikin tambah menarik.

Mantap, hehe

Sebagai pecinta baso n mie ayam ceker aku langsung merapat kmari nih
#mana jamuannya wakakk
Wahbtemplatenya ganti lagi tah?

Aku kurang tahu malah mas, aku juga baru pertama kalinya disitu. Sebelumnya aku malah menan ayunan, pas mau pulang, aku baru tahu kalau itu pake solasiban.. Mudah2an segera diganti, agar lebih kuat :)

Iya mas keren :)
Kebetulan waktu itu tidak banyak foto pantai Samasnya, lain kali deh .. hehe

Selagi aku duduk-duduk saja sih aman mas, tapi gak tau kalau digunakan untuk ayunan, apalagi dinaikin oleh yang cukup berat badangnnya, aku tidak tahu aman atau tidak. Semoga segera diperbaiki untuk kenyamanan..

Mba Wiwid asli Jogja kah ?
Iya mba, aku juga terkadang kalau lihat lagi bikin ngiler, murah juga :)

Hehe.. Iya mas, selagi ada diskon.. :D

Terimakasih Ainayya Ayska :)

Kalau main, masalah gambar tak tertinggal, selain bisa nunjukin pemandangan, sekalian eksis :D

wekaweka, silahkan tunggu dulu mba di tempat, nanti aku buat dulu :D haha

Iya nh mba :D

Aku dari jaman kapan tahu selalu kepengen punya tas Eiger. tapi sampe sekarang belom kesampean karna tas yang lama masih bagus dan belum rusak-rusak huh .

aku pernah sekali denger pantai itu, pasirny memang bagus, Recomended banget untuk para pecinta pasir ahaha.

Btw temenku sering ngajak kesana tapi aku gabisa terus,
*curhat:(

keren juga ya di jogja ada gumuk pasir, enak x ya sore hari ke tempat ini, bisa lihat mtahari tnggelam..

Wah mantep banget tuh mas..
kayaknya pantainya masih bersih dan alami ya :-)

Mie ayamnya enaaak sepertinya. Eh ini komen paling jujur, yang dikomen makanan, laper euy. Dulu waktu aku masih di Jogya, belum ada nich Gumuk Pasir...cakep juga y

di dalam hutan gumuk pasir itu apakah ada hewan buasnya ga ya? hehehee kok ngga masuk lebih dalam lagi :D
wiiihh hebat ternyata Indonesia juga mempunyai gurun pasir seperti di afrika juga heheee
oh iyah kali ini jalan jalanya memakai motor yah? ngga pake sepeda lagi .. :)

gagal fokus sama joger pants adidasnya? di endorse ga maz?

keren bangettt..nggak sabar pengen cepat-cepat main ke Jogja

Awesome viewww
Pasti bakal lebih indah lagi kalau cerah yaaa

destinasi Jogja bukan hanya kota pelajar tetapi wisatanyapun beragam salah satunyaadalah padang pasirnya, sayangnya saya yang keturunan jogja malah belum pernah ke sonoh

Fotonya banyak merk, endorse bang? :D

Baru pertama kali liat nih yang beginian. Padahal deket parangtritis, bln terlalu terekspos kali ya?

Itu kayaknya lebih seru dipake buat sandboarding. Pasirnya keliatannya halus, kalo jatoh gak sakit #eh

Itu tandanya jangan beli dulu mas Khairul :D
karna tas yang lama masih mau menemani :)

haha.. bener mas, jangan-jangan mas Khairul pecinta pasir ya.. hehe

Sibuk banget ya mas, sampe belum bisa maen ke tempat itu :D

Iya mba, betul kalau sore selain teduh bisa juga sembari melihat matahari terbenam :)

Iya mas, masih asri juga. Apalagi kalau pagi banyak orang yang mancing di pantainya :)

Betul sangat mba, memang enak :)

Beli dulu mie ayam, kemudian dimakan sembari baca tulisan ini mba.. hihi
Dulu tahun berapa mba waktu di Yogyakarta ?

Sepertinya tidak ada mas Ikhsan :)
Kalau dilbilang hutan banget tidak mas, karena dekat juga dengan tempat landas pacu pesawat :)

Iya mas, keren memang Indonesia (y)

Kebetulan waktu itu tidak menggunakan sepeda mas, kondisi badannya sedang tidak memungkinkan :)

Haha... mas Budi gagal fokus ya.. :D
gak ko mas :)

Betul mas Aul. Kalau cerah bakal lebih indah :)

Boleh tuh mba, silahkan datang ke Gumuk Pasir :)

Betul sekali mang :)
Oh yah, sekarang tinggal di Yogyakarta atau dimana mang ?

Iya bang, belum lama juga ramai tentang Gumuk Pasir ini :)

Betul bang, sakit mah biasa bang, apalagi kalau jatohnya depan cewek, pasti ditahan tuh, #Ehh

Itu mie ayamnya boleh dikirim ke Depok mas, hehehe??? Saya dulu juga pake eiger, lumayan awet lah. Itu yang mau beli Eko atau mas Andi, kok milih2 bingung kitu ih...

Enak ya dekat pantai bisa liat dan maen ke pantai,

Hehe.. Kalau dikirm malah jadi gk enak mas, kalau beli di Depok berapaan mas harganya ?

Hehe.. dua-duanya mas yang beli.. :D

Iya mas, bisa pagi ataupun sore. Bebas maen ke pantainya :)

Gue jadi ngiler pas ngelihat somay....hehehe

Indonesia kita ini memang sudah dianugerahi oleh tuhan YME. Tinggal kitanya aja, yang harus pandai merawat dan menjaga tempat eksotis dengan cara tidak membuang sampah sembarangan

Mana siomaynya bro ? :D

Betul tar, jadi kita patut bersyukur dan menjaganya :)

Twmpatnya bagus sekali ya. Benar kayak padang pasir di arab mah itu

Next ke jogja ah, ternyata jogja banyak bgt wisata yang bagus2 buat nambah2 koleksi foto ig

Mie ayam ples es teh 10rb murah bgt itu...

Yogya bukan cuma budaya aja yang bisa dinikmatin, tapi tempat-tempat wisatanya juga keren-keren yaa.

Ciee, tasnya kembaran sama si Eko wkwk. Nggak papa lah, yang pengting kan bisa dapat harga yang murah.

Dari semua tempat wisata diatas aku lebih pengen ke padang gumuk pasir. Keren banget gitu tempatnya. Cuman itu ayunannya talinya agak rusak yaa. Semoga kedepannya nanti tempat wisata kayak gitu bisa terjaga dengan baik.

Tas eiger tuh kece2 banget tapi mahal kenapa ya hahaha:(( ih lucu bunga2nya, jalan2 ke tempat2 kayak gini seru banget ya jadi pengen.

btw, salam kenal ya^^

oo, trnyata namanya sandboarding..ini prnah aku liat di tv2..keren, kyak main skateboard gtu, tpi ini tmpatnya di padang pasir yg jalan nya menurun...

Mngkin talinya di plester krna sbagai penanda pegangan nug. Klo krna talinya nggk kuat mah bahaya...nnti lagi asik2 main ayunan, ayunan nya malah putus...mampus x_x

Di tunggu di Jogja bang.. hehe
Betul tuh, biar IG nya gk kosong..hihi

Betul mas, murah banget, aku ya jadi pengen kesitu lagi..he

Perasaan itu mie ayam dan bakso bro :D

wih wih wih, eiger luh. eiger emang cukup ciamik sih, apalagi buat tas gunung gitu... hmm, mie cekernya bikin ngiler juga sih. kayaknya emang harus nyoba

Betul mas Zamzam :)

Selagi dapat yg murah, kembar gpp lah :D

Boleh mas, kalau maen ke Jogja jangan sampai terlewat untuk maen ke Gumuk Pasir...

Rusak sih tidak mas, tapi diikatnya sepertinya pake lakban, aku sendiri tidak menjadmin kuat tidak kalau untuk digunakan ayunan..

Semoga selalu ada perubahan, agar semakin menarik para wisatawan yang berkunjung..

Betul mba, selain kece bahannya juga bagus, jadi awet..

kalau ke Jogja jangan lupa maen ke gumuk pasir ya..
Salam kenal juga mba Deya..

Betul mas, kya maen skatboard, tapi ini di pasir..
Kalau ke Yogyakarta jangan sampai terlewatkan untuk bermain sanboarding mas.

Hehe... Bisa jadi seperti itu mas Reyhan :)

Betul bang, ciamis dan keren :)
Aku aja nulisnya jadi pengen makan mie cekernya lagi..
Selain enak, murah juga ..
Kalau ke Yogyakarta jangan sampai terlewatkan maen ke Gumuk Pasir :)

Kalau belanja buy one get one jadi inget dulu pas kuliah. Jadi ada buy one get one ini di sport stasion, sama juga sih, g semua barang, tapi lumayan lah, bisa beli sepatu yang harganya 300rb, kan ngirit dikantong juga, soalnya per anak cuman keluar 150rb doang XD

Aku belum pernah ke pantai samas, tapi kalau lewat bolak-balik. Dan kayaknya sekarang pada ditambahin tulisan plus tempat foto2 ye? dulu ke gumuk pasir g ada tuh ayunan apalagi pager pake lope2 itu. Ah bodo amat deh, penting pernah ke sana XD

Eiger adalah brand tas paling terkenal karena awet dan kuatnya menurut aku. Walaupun eiger nggak cuman tas aja sih.

Nah ini nih, aku belum tau ada tempat gini di Yogyakarta. Kayaknya sandboarding seru juga huehe.

Biaya preweddingnya murah banget! Cuma empat puluh ribu! Itu cuma tiket masuknya aja atau sudah all-in?

Btw itu mie basonya bikin ngiler, sumpahhhh hahaha

Waah, perjalanan pertama dengan tas baru yang keren ya, Mas Andi :)
Semoga sehat selalu ya, Mas, jaga kesehatan.

Wah, kayaknya lo emang backpacker, ya? Gue aslinya mau banget gitu kayak jalan-jalan. Tapi masih banyak tugas sekolah.

Tempatnya kayaknya seru banget nih. Salah satu tempat recommend ya di Jogja? Doakan ya bro semoga gue bisa kesana.

Btw, itu promo eiger lumayan juga yaak. :D

Wah, ternyata disana keren, ya. Jadi ingin menapakkan kaki sendiri ke sana. Oke, karena tulisan ini, saat libur kuliah nanti, gue akan kesana. Amin.

Iya lumayan sekali, terutama buat mahasiswa.. :D
Jarang juga ada buy one get one, jadi kalau ada jangan sampai terlewatkan :)

Bolak-balik tapi gk mampir ya mba ?
Sepertinya memang setiap tahun ada perubahan, kalau kesana lagi pasti lebih bagus mba.. hehe

Betul mas Syams, menurutku juga demikian. Dan baru kali inilah aku kesampaian membeli tas yang sudah lama aku idam-idamkan.. hehe

Betul mas, kalau ke Yogyakarta jangan lupa mampir ke Gumuk Pasir untuk bermain sanboarding :)

Sepertinya sudah sama tiket masuknya mas Keven :)
Untuk lebih jelasnya bisa langsung ke Gumuk Pasir mas :)

Betul mas, aku juga waktu nulis ini jadi ngiler, pengen lagi.. hee

hehe.. Iya pak :)
aamiin, semoga pak Akhmad juga sehat selalu ya :)

Otw menutu backpacker mas.. wkwk
Selesaikan dulu tugasnya mas, baru jalan-jalan :)

Betul selain seru banget mas. Semoga mas Ilham segera kesampaian ke Yogyakarta untuk mein ke Gumuk Pasir :)

Betul mas, sebagai mahasiswa promo di eiger itu menjadi hal yang jangan sampai terlewatkan.. hehe

Betu mas, keren dan kece.. hehe
Kalau kesini jangan lupa abadikan foto dan video ya.. :D

aamiin, semoga segera mas :)

Paling 10.000 semangkuk mie ayam yang biasa sih, sing penting rasanya maknyooos, hehe...

Tapi kalo suruh milih pantai atau pegunungan, saya lebih milih pegunungan, soalnya suejuk mas... Yah masing-masing memang ada kekurangan dan kelebihannya, ya nggak

Cieehhhh yang tasnya baru...


Makan-makannnn.....

Jadi ngiler gan liat gambar2 makanannya wkwkwk...

jalan" di daerah selatan emang oenuh kenangan ya mas.. baksonya menggugah selera eeuuuyyy

Betul mas, selain menggugah, bisa merefres pikiran juga :)
Betul, aku juga kepengen lagi kalau liat baksonya mas.. :D

hehe.. Betul mas, harga bisa diatur ya, yg penting rasa itu nomer satu.. hehe

Betul mas, pegunungan memang sejuk, selain pantai, kadang aku juga sempatkan untuk mendaki :)

Betul mas Septian, coba saja kalau libur maen ke Yogyakarta.. :)

Waaah bulan November aku mau ke yogya. Bisa juga nih buat referensi.

Iya betul mba Sophia, bagusnya kalau ke gumuk Pagi atau sore hari, kalau siang sepertinya akan terasa panas sekali :)

Itu fotonya di love sendirian? Pacalnya mana? Kwaaakwaaaaaa :v

Pacarnya sudah ada ko mba, hanya saja harus menikah dulu baru pacalan.. :D

Tampilan blognya brubah ya? perasaan dulu agak kemerah-merahan gitu..
Kayaknya disana enak banget kalo mau foto prewed ya? ada cinta-cintanya *kok mikir itu, sih*

Dulu aku pernah ke Jogja dan kebetulan juga ke pantai. entah itu pantai apa, nggak tau. sepi banget. mana ombaknya besar lagi, hehe.

Wau baru tau aku... kece abis lah....
Btw berdua doang itu...gak ngajak2 gue ya...

Iya mas Arul, ganti warna jadi ungu:)
betul mas enak udara dan suasananya :)

Nah itu mas, bisa dicoba buat foto prewes.. hee

Coba diingat mas, kira-kira pantai mana. Kalau pantai yang asri kebanyakan di daerah Gunung Kidul...

Iya kece bang,, Boleh deh kapan2 aku ajak..
Btw mas Adhi tinggal di daerah mana ?

Udah hampir setahun aku di jogja dan belum pernah kesana, walaupun sering ke parang tritis tapi serius belum pernah ke gumuk pasirnya, kemarin kayaknya gumuk pasir digunain prewed sama arief dan tipang yak.

Ah, suka iri kalo lihat postingan jalan-jalan, berhubung saya juga lagi butuh penyegaran. Hmm seru juga kayaknya maen ke sini ya.

Oiya, tas-nya keren cees :)

Wah sayang sekali mas Asdita, ayo sempatkan mas, selagi di Jogja :)

Oh gitu, aku malah belum tahu mas. Memang banyak yang mengabadikan foto prewednya di gumuk pasir, selian indah keren juga pemandangannya :)

Seru pasti bang son, ayo buruan kesini.. hehe

iya jadi makin pede aja nih, cees :D

Kirain terdampar di mana, tau-taunya di kasur. Wahahaha.
Lengkap amat ceritanyaaaa. Pake ada acaranya gambar mie ayam pula. Jadi kepengen mie ayam :"))

Btw itu bisa aja papannya biar orang-orang nggak buang sampah sembarangan wahaha.

hehe.. Iya di kasur mba :D

Silahkan diambil mba, selagi masih anget tuh mie ayamnya.. hihi

Betul mba, selalu ada cara yang positif agar orang tidak buang sampah sembarangan, karena dengan buang sampah sembarangan dampaknya akan besar :D

Artikel ini harusnya diberi apresiasi nihhh sama produsen tas ransel ituu

Udah dipromoin gratissss

sudah beberapa kali ada rencana ke Yogya, tapi belum kesampaian mulu. Cantik ya Yogya :)))

Aku stay di Jakarta bang andi...
Nanti kalo ada waktu libur boleh lah numpang nge-host
saya kan anak couchsurfing juga..

tempatnya menarik sekali ya untuk di kunjungi..

Semoga segera kesampaian ya mba :)

Betul, selain gumuk juga maish banyak lagi pemandangan2 yang lainnya.. :)

Sekarang domisili tetap di Yogyakarta atau tidak mba ?

Asiiikk bisa seluncuran di pasir. Udah kayak di tempat salju aja.

Betul mas bisa seluncuran layaknya di salju dan ini ada di Yogyakarta :)

Pengen banget ke gumuk pasir, tapi bemul kesampaian, padahal deket loh dari Magelang :(

kalo sudah sembuh makan tambah nikmat ya mas mantap....

Terima kasih sudah membaca. Silahkan tinggalkan komentar, karena komentar kalian semua sangat berarti bagiku. Sebuah komentar bisa memotivasi seorang blogger agar bisa terus berbagi dan menginspirasi malalui tulisan.

Berkomentarlah dengan sopan, karena itu bisa mencerminkan dirimu sendiri.
In shaa Allah aku sempatkan untuk membalas satu persatu.

Sahabatmu,
Andi Nugraha
EmoticonEmoticon