July 16, 2017

Halal Bi Halal | SMA Negeri 1 Lakbok


www.andinugraha.com - Lebaran memang identik dengan halal bi halal, ketupat, opor ayam serta makan-makan. Seperti cerita lebaran pertamaku yang diceritakan beberapa hari yang lalu. Kalian bisa baca dibawah ini.

Cerita Lebaran : Lebaran | Ketupat, Halal Bi Halal & Makan-Makan

Kali ini aku mau ceritakan pengalaman ketika halal bi halal lebaran kemarin. Alhamdulilah aku berkesempatan bersilaturahmi langsung dengan ibu dan ayahku selama di sekolah dulu. Dan sampe sekarang masih orangtuaku juga.

Oh, ya, kalian juga bisa baca #DiaryLebaran di tahun 2016 kemarin. Bisa dibaca dibawah ini :
.


Sedikit cerita ya, dulu aku sekolah di SMA (Sekolah Menengah Atas) Negeri 1 Lakbok. Inget ya, Lakbok, bukan Lombok. Sejak SMA dulu aku memang dekat sekali dengan guru-guru. Baik bapak ataupun ibu gurunya. Bahkan sempat dapet pesanan untuk anak gurunya yang sedang ulang tahun.

Karena aku sering bikin tulisan hiasan di dinding. Jadi beberapa guru yang minta bikinin tulisan buat ulang tahun anaknya. Lumayan feenya, bisa aku gunakan untuk makan di kantin dan hal-hal yang lainnya.

Oh, ya ini beberapa dokumentasi tulisan yang aku buat untuk dipajang di dinding. Dari kelas 1 sampai 3 aku buat. Kalian lihat disini ya :



Harap maklum hasil fotonya kurang bagus. Karena dulu aku belum punya smartphone yang cameranya bagus. Ini juga alhamdulilah ada dokumentasinya. Sebenarnya masih banyak lagi, karena hampir 3 tahun selalu bikin. Tapi ada yang gak ada fotonya, dan ada yang burem. Jadi segitu aja ya.

Sedari lulus tahun 2013 sampe sekarang aku masih menjaga silaturahmi dengan para guru-guruku. Meskipun aku jauh di tanah rantau tak ada salahnya untuk saling berkomunikasi. Apalagi di jaman sekarang ini, bisa melalui media sosial.

Tepat ditanggal 3 Juli 2017 atau satu minggu setelah lebaran. SMA Negeri 1 Lakbok mengadakan acara halal bihalal khusus guru-guru dan keluarga. Jujur aja sih, gak semua orang bisa masuk kecuali guru dan keluarga. Selain kedekatanku dengan guru-guru yang membuat aku bisa ikut dalam acara ini, aku juga diajak oleh ibu angkatku, yang kebetulan jadi guru di sekolahku dulu.

Awal tahun pengumuman halal bi halanya, aku belum tahu bagaimana acaranya. Apakah di lapangan sekolah baris mengeliling atau di ruangan.

* * *

Sesampainya di sekolah, aku diajak masuk ke kantor. Di dalam langsung bertemu dengan guru-guru. Ada yang pangling karena sudah lama tidak bertemu, ada yang sampe lupa. Disaat aku sebutkan namaku, beliau ingat dan berekspresi senang. Mulai dari wali kelas 1, 2 dan 3 alhamdulilah bertemu langsung.

Sedikit aku kasih tahu suasana kantornya ya. Meskipun aku foto dari belakang setidaknya ini ada dokumentasinya. Wajar terlihat agak sepi karena aku foto dari sudut samping aja, dan ini juga dari belakang.


Setiap aku pulang dari tanah rantau, aku sempatkan silaturahmi ke setiap rumah guru-guru. Meskipun tidak semua, karena terkendala jarak dan waktu. Tapi, di sekolah kemarin alhamdulilah aku bisa bertemu dengan banyak guru-guru.

Satu hal yang selalu aku rasakan ketika lulus dari sekolah. Selalu ada perubahan. Terutama bangunan yang lebih bagus dan terlihat ingin kembeli sekolah. Mulai dari lulus SD, SMP hingga SMA. Selalu ada perubahan bangunan yang lebih bagus.

Kalian merasakan hal seperti itu gak?

Kalau iya, berarti kita sama. Bahkan satu angkatan sekolahnya. Sebelumnya aku memang sudah tahu bangunan yang baru atau kantor yang sudah ditingkat di SMA Negeri 1 Lakbok. Karena ada beberapa guru yang biasa kasih tahu perkembangan sekolah kepadaku. Tapi belum bisa merasakan atau masuk ke dalam ruangannya.

Sebelum lanjut cerita, aku kasih beberapa foto SMA Negeri 1 Lakbok terlebih dahulu ya. Silahkan kalian lihat.

Foto dibawah ini merupakan depan halaman SMA Negeri 1 Lakbok. Dulu gak seperti ini warnanya biru, tapi setelah banyak perubahan jadi seperti ini.



Ini lapangan yang bisa digunakan untuk basket, tenis dan futsal. Saat ini sedang diperbaiki juga, terutama gedung samping lapang yang sudah dirobohkan. Rencana akan ditingkat lagi. Mudah-mudahan berjalan sesuai rencana.


Di lapang inilah dulu aku sangat suka maen futsal bersama teman-temanku. Saat pagi ataupun siang, terlebih disaat waktu olahraga. Paling seneng olahraga futsal.


Dulu taman ini gak sebagus sekarang. Tapi alhamdulilah sekarang sudah banyak perubahan, jadi lebih bagus dan terlihat hijau.


Ini adalah kelas IPS. Dimana kelasku dulu belajar. Rasanya nyaman duduk depan kelas sebelum masuk.


Tepat diacara halal bi halal inilah aku bisa masuk dan duduk di ruangan yang baru. Sebelum masuk aku foto bangunan dekat lapang dari atas. Tepat gedung yang ada kendaraan mobilnya itu kabarnya akan di bongkar. Aku yakin kalau itu geduh sudah di bongkar, akan terlihat luas halaman untuk parkir motor dan mobilnya.


WC dilantai dua terlihat bersih. Memang penting dan harus diutamakan yang namanya kebersihan. Selain terlihat nyaman, kebersihan juga sebagian dari iman.


Banyak perubahan semenjak pergantian kepala sekolah. Mau bagaimanapun juga bagaimana yang mimpin. In shaa Allah kalau pemimpin (kepala sekolah) bagus dan bisa membawa banyak perubahan. Pasti bisa lebih baik lagi dari sebelumnya.


Disaat berada di sekolah, aku kangen banget rasanya suasana sekolah dulu. Masih terasa bebas, bisa bertemu dan bercanda bersama teman-teman. Saat ini sudah mempunyai  kesibukan masing-masing. Oke, lanjut acara halal bi halalnya ya. Sembari menunggu para guru-guru datang, ada sambutan lagu dari siswa OSIS dan nyanyian dari bu Hj. Leni, guru matematikaku dulu.


Siswi OSIS ini aku kurang tahu siapa dan tak tahu juga namanya. Yang jelas dia menghibur para guru-guru yang datang. Termasuk aku, alumni dari SMA Negeri 1 Lakbok.


Disaat naek tangga juga sudah habis anggota OSIS yang ada kepadaku. Kebetulan dulu aku anggota OSIS, tepatnya jadi sekretarisnya. Awalnya sih jadi calon ketua, tapi belum beruntung. Jadi sekretaris, dan tak hanya di OSIS, tapi di PRAMUKA dan FORMIS (Forum Remaja Masjid) juga. Jadi sekretaris di 3 organisasi sekaligus.


Setelah hiburan nyanyi oleh OSIS. Kemudian mulailah acara halal bi halal. Di awali pembukaan oleh MC atau pembawa acara. Kebetulan MC-nya bu Pupun. Anak IPA seangkatanku pasti tahu. Apalagi IPA 3.


Sambutan pertama oleh ketua panitia, yaitu bapak H. Ahmad, background ruangan memang bor, karena ruangan atas selain bisa digunakan untuk rapat, acara halal bi halal juga merupakan kelas. Kelas IPA. Karena kelas IPA yang dulu sedang di renovasi. Jadi untuk sementara dipindah ke atas.


Setelah sambutan dari pa H. Ahmad selesai, dilanjut sambutan oleh kepala sekolah. Kepala sekolah yang sekarang kebetulan belum lama menjabat. Termasuk baru lah, tapi alhamdulilah semenjak beliau ada, perubahan mulai terlihat. Tentu menuju hal yang positif.


Kepala sekolah SMA Negeri 1 Lakbok sekarang yaitu bapak Drs. H. Rakhmat Susanto. M.Pd. Kebetulan ketika ganti kepala sekolah, aku bertemu di Jogja. Disaat SMA stadytour. Dan sudah langganan setiap stady tour pasti ke Jogja. Setiap tahun aku menemuinya terus. 


Sembari sambutan berjalan, pacitan atau suguhan buat para guru pun datang. Sayang, gak semua guru bisa datang. Karena ada beberapa yang masih ada kesibukan sehingga belum bisa ikut acara halal bi halal. Termasuk beberapa guru yang dekat denganku belum bisa hadir.


Makanan yang disuguhkan benar-benar masih hangat dengan lebaran. Tak beda jauh dengan dirumahku. Tapi inilah hangatnya suasana lebaran dan halal bi halal.


Dilanjutkan dengan sambutan dari ketua komite. Ada beberapa foto yang aku abadikan memang tidak terlalu fokus.Maksudnya terhalang orang. Karena waktu itu aku duduk saming kiri. Untuk baris kebetulan meja kedua. Tapi di depanku ada guruku yang tak jauh tingginya seperti aku. Jadi wajar agak susah ambil fokusnya.


Setelah bapak komite, dilanjut sambutan dari bapak H. Sartono, beliau juga wali kelasku ketika kelas 3. Dan alhamdulilah sampai saat ini beliau menyuport apa yang aku lakukan.


Setelah sambutan selesai. Dilanjut di acara yang utama, tusiah halal bi halal oleh, Ustadz Lasiman, guru bahasa arabku disaat sekolah.


Setelah selesai, bu Pupun langsung menutup acaranya. Sembari santai aku mencoba mencicipi minum yang sudah dibagi. Alhamdulilah haus ini bisa terobati.



Setelah itu dilanjut dengan acara halal bi halal, atau bersalaman antara guru-guru dan anggota keluarganya yang ikut. Karena tak sempat memindahkan kursi dan meja, alhasil dibikin muter semacam lingkaran gitu.


Senang rasanya bisa berjabat tangan dengan orangtuaku selama di sekolah sampai sekarang. Dan aku merasakan senang. Serasa lebih lengkap acara lebaran di tahun 2017 ini.


Setelah selesai halal bi halal, para guru-guru dilanjutkan dengan makan-makan yang sudah disediakan oleh panitia. Aku sendiri keluar untuk mencoba mengabadikan sekolah yang sedang dibangun juga.

Oh, ya, kenapa banyak anak SMP di sekolah. Karena waktu itu selain acara halal bi halal. Bertepatan juga dengan penerimaan siswa baru. Jadi beberapa guru ada yang bertugas mengurus pendaftaran, ada juga yang ikut halal bi halal.


Ini bagunan yang sedang dibangun tadinya ruangan 3 kelas IPA. Direnovasi karena biar lebih luas. Dan berencana ruangan yang lainnya juga mau ditingkat. Semoga secepatnya dan bisa dilancarkan dalam urusan pembangunan.



Ruangan lab dulu disaat aku sekolah juga sama di renovasi. Di belakang terlihat sawah, karena memang sekolahku disamping sawah. Terkadang, kalau di musim bercocok padi, bisa melihat.


Setelah itu aku ke arah kantin. Dimana tempat paling favorit dulu saat sekolah. Aku kangen banget sama siomay dan kupat tahu..hehe..



Sebenarnya aku masih ingin keliling ke parkiran, masjid, kelas 1, kelas IPA dan IPS. Pengen juga sekalian lihat ruang OSIS, PRAMUKA, lab dan yang lainnya. Tapi siang itu sudah siang, dan tak ada teman juga yang bisa aku ajak untuk keliling.

Jadi aku coba masuk ke kelas, dimana kelas tersebut sedang di gunakan oleh pa Iman, guru olahragaku dulu untuk pendaftaran siswa baru.

Sedikit mengganggu beliau sedang bertugas melayani para siswa dan orangtuanya daftar sekolah. Diselingi olehku untuk bercanda sembari ngobrol santai.


Ini salah satu ruangan yang aku masuki. Dan ini di cat sesuai keinginan siswa. Jadi para siswa bisa berkreasi dan berimajinasi sehingga bisa nyaman. Sebagaimana merasakan belajar seperti di rumah sendiri.


Dan, saat ini hampir semua kelas sudah terpasang CCTV. Mungkin, di sekolah SMA yang lain sudah biasa. Tapi ini suatu kemajuan yang positif. Karena dulu ketika aku sekolah belum ada, sekarang sudah ada. Itu tandanya semakin tahun ada perubahan. Alhamdulilah.

* * *

Setelah itu, barulah aku pulang. Sesampainya dirumah ibu, aku bersantai sembari memandang pohon lengkeng yang terlihat mendayun karena lebat dengan dedaunannya.


Tak lama aku diajak ibu untuk memetik lengkeng. Sengaja buah yang belum di petik di bungkus kantong. Agar lebih terjaga dan tak jatuh berserakan.


Setelah di petik, dan seperti ini hasilnya. Ada yang pengen? Silahkan ambil saja ya. Dan rasakan nikmatnya buah lengkeng yang langsung dipetik dari pohonnya.

Depan rumah ibu kebeteulan saat ini yang berbuah lengkeng saja. Biasanya ada buah naga, kedongdong, dan yang lainnya.


Itulah cerita halal bi halalku bersama guru-guru SMA. Semoga kalian bisa bersilaturahmi juga dengan guru-guru SMA/SMK dulu.

Alhamdulilah masih bisa membagi waktu antara kesibukan dan nulis. Next time, aku ceritakan tentang liburan lebaranku bersama keluarga. Tunggu aja tanggal postnya ya :)

July 8, 2017

Lebaran | Ketupat, Halal Bi Halal & Makan-Makan


www.andinugraha.com - Tak ada kata terlambat untuk meminta maaf. Jadi minal aidin walfaidzin ya, mohon maaf lahir dan batin. Dari pertama lebaran aku belum bisa post lagi. Kalau menulis alhamdulilah masih dan disimpan di laptop.

June 22, 2017

#BerburuTakjil, Halan-Halan


www.andinugraha.com -  Tidak lama lagi, Ramadhan sebagai tamu mulia kita, akan segera, dan akan tertutuplah semua kesempatan mahal yang selama ini terhampar sepanjang satu bulan. Semoga kita semua bisa bertemu dengan bulan yang suci ini..aamiin..

June 19, 2017

#BerburuTakjil, Masjid Kampus UGM


www.andinugraha.com - Hai sadayana, kali ini aku masih seperti biasa menceritakan kegiatan #BerburuTakjil. Semoga puasa teman-teman lancar ya, bisa sampai hari kemenang tiba. Sebelumnya terima kasih sudah mau ngabuburit sembari baca ceritaku ini :)

June 15, 2017

#BerburuTakjil, Kampoeng Ramadhan Yogyakarta


www.andinugraha.com - Hai, kalian yang sedang duduk ataupun berdiri, dan baca tulisanku ini semoga sehat selalu ya. Doa dan cita-citanya semoga tercapai. aamiin..

Oh, ya, kali ini aku masih menceritakan edisi #BerburuTakjil. Tapi kali ini gak ke masjid dulu, aku keliling ke pasar ramadhan. Tujuan utamanya sih mau ke Kampoeng Ramadhan Jogokariyan Yogyakarta. Tapi, sebelumnya aku pergi dulu ke pasar sore kampung ramadhan nitikan.

Teman-teman tahu kan pasar ramadhan? Aku rasa sudah pada tahu semua, karena hampir setiap kota atau tempat selalu ada pasar ramadhan yang isinya banyak orang jualan. Baik pedagang lama, ataupun baru.

Nah, dipasar ramadhan di Yogyakarta ini selain jual makanan ada juga pakaian, baik perempuan ataupun laki-laki ada. Yang jelas pakaian muslim ya.

Sebelum lanjut baca tentang pasar ramadhan, kalian boleh kok baca-baca #DiaryRamadhan aku tahun kemarin, bisa dibaca dibawah ini ya :)
.
#DiaryRamadhan Tahun 2016
  1. Diary Ramadhan #1, Shalat Tarawih di Masjid Al-Munir
  2. Diary Ramadhan #2, Terimakasih Atas Pinjaman Payungnya Bu...
  3. Diary Ramadhan #3, Makan Sahur Oseng Kangkung ala Anak Kost
  4. Diary Ramadhan #4, PPT (Para Pencari Takjil) | Buka Puasa di Masjid Kauman Yogyakarta, Namun Kurang Beruntung
  5. Diary Ramadhan #5, Ngopi di Lembayung
  6. Diary Ramadhan #6, Makan Sahur Terong Dicabein ala Anak Kost
  7. Diary Ramadhan #7, PPT (Para Pencari Takjil) | Buka Puasa di Kampung Ramadhan
  8. Diary Ramadhan #8, Tidak Kebagian Takjil
  9. Diary Ramadhan #9, Teringat Ketika Membangunkan Sahur
  10. Diary Ramadhan #10, Pertama Kalinya Keluar Mencari Makan Sahur
  11. Diary Ramadhan #11, Belajar Memahami SKS, Hindari dan Jauhi
  12. Diary Ramadhan #12, Buka Puasa di Kedai Cadudu
  13. Diary Ramadhan #13, Teringat Masa Kecil Yang Menyenangkan
  14. Diary Ramadhan #14, Buka Puasa Bareng Keluarga Teknik Informatika
  15. Diary Ramadhan #15, Dua Malam Tak Sempat Tidur
  16. Diary Ramadhan #16, Ngabuburit Bareng Vebi Keliling Malioboro
  17. Diary Ramadhan #17, Tokai Bangkit
  18. Diary Ramadhan #18, Bukber Makan Bakso Jumbo
  19. Diary Ramadhan #19, Ngabuburit Sembari Menikmati Senja di Candi Ijo
  20. Diary Ramadhan #20, Alasan Mengapa Jamaah Sholat Tarawih Semakin Sedikit
  21. Diary Ramadhan #21, PPT (Para Pencari Takjil) | Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta
  22. Diary Ramadhan #22, Kurangnya Persiapan Seminar KP
  23. Diary Ramadhan #23, PPT (Para Pencari Takjil) | Buka Puasa di Masjid Islamic Center Ahmad Dahlan
  24. Diary Ramadhan #24, Gagal Mudik di Akhir Bulan Juni
  25. Diary Ramadhan #25, Kado Terindah Sebelum Mudik (Bukber di Ayam Panggang Mbah Dinem-Bantul)
  26. Diary Ramadhan #26, Mudik ke Kampung Halaman
  27. Diary Ramadhan #27, Sahur Pertamaku di Puskesmas
  28. Diary Ramadhan #28, Masih Merasakan Sahur di Puskesmas
  29. Diary Ramadhan #29, Alhamdulilah Kakek Sudah Bisa Pulang ke Rumah
  30. Diary Ramadhan #30, Menikmati Malam Takbir di Rumah


Bisa juga baca #DiaryLebaran yang aku tulis tahun kemarin. Gak maksa kok, kalau ada waktu lebih mau baca alhamdulilah, gak juga sudah terima kasih banget. Karena kalian yang baca tulisan ini, apalagi yang memberikan komentar. Membuatku semangat lagi untuk berbagi dan menginspirasi lewat tulisan.
.


Di sore itu aku mendatangi 2 pasar ramadhan di Yogyakarta. Seperti biasa aku ajak Maman, sahabatku. Bukan kang Maman pemilik saungmaman(.)com ya..hehe.

Pertama aku sengaja pergi ke pasar sore ramadhan kampung nitikan. Nitikan ini nama tempat ya, jadi pasarnya berada di sepanang jalan nitikan. Sebelum lanjut sudah ada gambaran kan, tentang pasarnya gimana?

* * *

PASAR SORE RAMADHAN KAMPUNG NITIKAN
Pasar sore ramadhan ini tempatnya tidak jauh dari rumah sakit Yogyakarta, dekat juga dengan kampus 4 dan 5 UAD (Universitas Ahmad Dahlan) dan untuk sampe ke masjid Islamic Center UAD juga gak begitu jauh. Kalau menggunakan kendaraan bermotor 5 menit sampai. Sebelum ke pasar ramadhan aku juga sering ke masjid UAD.

Bagi kalian yang belum tahu, bisa dibaca ditulisanku sebelumnya tentang #BerburuTakjil. Baca disini :


#BerburuTakjil, 3 kali Berturut-turut di Masjid Islamic Center UAD (Universitas Ahmad Dahlan)
#BerburuTakjil, Pengajian Kebangsaan bersama Jendral TNI Gatot Nurmantyo

Di pasar ramadhan nitikan ini aku gak turun, alias menelusuri sepanjang jalan menggunakan motor. Meskipun ramai, tapi kami tetap sabar. Sebenarnya lebih mudah jalan, naik motor pun seperti jalan karena tak bisa cepat.

Aku hanya mengabadikan foto saja tak beli apapun, karena sudah ada rencana sama Maman untuk beli makanan di pasar ramadhan Jogokariyan saja.


Di nitikan ini aku amati tak seramai tahun kemarin. Selain para pedagang baru, sebenarnya di nitikan juga sudah banyak yang jualan. Mulai dari makanan, seperti bakso, siomay, makanan padang dan yang lainnya. Ada juga tempat cukup, dua halte trans Jogja. Ada juga JNE. Di nitikan sendiri merupakan tempat kantor pusat JNE pusat. Jadi cukup besar juga tempatnya.

Aku rasa tak bingung kalau cari makan disiang hari saat tak berpuasa. Aku sendiri sering cari makan ke daerah nitikan, kebetulan tak jauh dari kos jaraknya. Seringnya beli nasi orak-arik ataupun magelangan. Kalian pernah coba?

Setiap jalan penuh dengan orang yang jualan, mulai dari minuman dingin, es pisang ijo dan masih banyak lagi yang lainnya. Cocok banget buat kalian yang tak masak untuk berbuka, selain cari ke masjid bisa belanja ke pasar ramadhan.


Awalnya aku mengendarai motor dan fokus untuk foto. Tapi ternyata susah, hasilnya agak buram karena susah sembari bawa motor. Padahal foto dibawah merupakan pedagang yang jual jajanan lawas, alias lama.

Biasanya jajanan lawas itu suka bikin kangen masa kecil, dimana masa itu masa puasa yang paling aku kangenin saat ini.


Untuk foto selanjutnya aku minta tolong Maman yang duduk dibelakang. Lumayan lah gak goyang dan cukup terlihat jelas hasilnya. Semakin sore semakin banyak yang datang, baik berhenti untuk beli ataupun sekedar lewat saja.


Selain yang jualan, di sepanjang jalan nitikan juga ada masjid dan mushola. Untuk masjidnya cukup besar dan sering ngadain kegiatan juga. Seperti masjid yang aku foto, kebetulan fokus ke panggungnya saja.


Di nitikan ini juga ada kedai kopi yang namanya DialogKopi. Tepat sebelah tempat makan Iga Bakar. Mungkin, kalau besok atau kapan kalian melewati jalan nitikan bisa sekalian mampir ke kedai kopinya.


Itu aja sih, sebenarnya banyak yang aku abadikan fotonya. Tapi banyak yang sama dan aku rasa kalian tahu lah seperti apa ramainya pasar ramadhan.

* * *

KAMPOENG RAMADHAN JOGOKARIYAN
Sebelum aku ceritakan dan kasih hasil foto di kampoeng ramadhan jogokariyan, aku mau tanya dulu.

Kalian sudah pernah dengan kata "Jogokariyan" ?

Kalau sudah berarti beruntung dan alhamdulilah, kalau belum aku kasih tahu singkatnya saja ya. Jogokariyan itu nama kampung dan di kampung itulah ada masjid yang namanya Masjid Jogokariyan.


pict : masjidjogokariyan.com
Masjid Jogokariyan ini berawal dari sebuah langgar kecil di Kampung Pinggiran Selatan Yogyakarta, Masjid Jogokariyan terus berusaha membangun Ummat dan Mensejahterakan Masyarakat.
Logo Masjid Jogokariyan terdiri dari tiga bahasa. Arab, Indonesia, dan Jawa. Ini adalah wujud dari semangat kami, untuk menjadi Muslim yang salih seutuhnya tanpa kehilangan akar budaya.
Masjid Jogokariyan berdiri di tengah-tengah kampung Jogokariyan, Mantrijeron, Yogyakarta. Di kampung yang terdiri dari 4 RW inilah, kami berkhidmah. (masjidjogokariyan.com).

Masjid ini bagiku cukup makmur, dimana hampir setiap bulannya diadakan pengajian seperti tablig akbar. Yang ngisinya juga para ustadz ternama. Seperti Ustadz Yusuf Mansur, Ustadz Felix Y. Siauw, Ustadz Arifin Ilham, dan masih banyak lagi.

Jika posisi saat ini masjid Jogokariyan dilihat dari atas akan tampak seperti foto dibawah ini.

pict : fanspage Masjid Jogokariyan Yogyakarta

* * *

2.500 PORSI SETIAP HARI
Setiap bulan ramadhan, masjid ini menyediakan 2.500 porsi setiap harinya. Jadi bagi siapa saja bisa datang kesini dan rasakan nikmatnya berbuka puasa dengan ribuan jamaah lainnya.

Selain itu, masjid Jogokariyan membuka peluang bagi siapa saja yang mau berinfak atau sedekah lewat menu untuk berbuka. Setiap satu porsinya Rp.8000,- Jadi setiap bulan ramadhan, masjid ini kurang lebih menghabiskan dana Rp.200.000.000,- (empat ratus juga rupiah).
Sedangkap di UGM sendiri kalau tidak salah, waktu itu aku pernah melihat ketika hendak berwudhu. Menghabiskan dana selama bulan Ramadhan sekitar Rp.400.000.000,- (empat ratus juga rupiah).

Foto diatas tepat depan masjid jogokariyan terdapat kain yang menjulur panjang. Kebetulan di tahun ini berwarna merah dan putih. Biasanya tahun-tahun sebelumnya berwarna merah, kuning biru dan lainnya. Yang jelas lebih berwarna, untuk tahun ini sesuai dengan bulan dimana hari lahirnya pancasila.

Sepanjang jalan jogokariyan juga dijadikan pasar kampoeng ramadhan jogokariyan. Dan ini sudah ke-13 kalinya kampung ramadhan jogokariyan di adakan.


Tiap tahun tentu ada perbedaan, terutama yang aku alamai di tahun ini, yaitu adanya dua hotel samping kanan dan kiri ketika masuk gapura yang bertuliskan "Kampoeng Ramadhan Jogokariyan". Di sebelah kirinya menuju jogokariyan terdapat hotel Lynn. 

Mereka juga tak mau kalah dengan para penjual makanan lainnya. Ikut serta juga jualan, tepat di depan hotenya. Bisa kalian lihat dibawah ini.


Begitu juga depan hotel Burza, terdapat banyak para penjual makanan. Sore itu tepat ketika aku foto-foto, tak lama suara adzan berkumandang, itu artinya kami harus bergegas untuk berbuka puasa. Kebetulan tepat dengan tempat kami berdiri ada yang jual minuman. Sore itu kami beli klamud nongko. Kalian pernah coba?


Tepat disamping kananku terdapat kedai kopi seperti di nitikan tadi. Kalau yang ini namanya balai kopi Jogokariyan. Bisa mampir kesini kalau kalian maen ke Jogja ya. Dan jangan lupa untuk mampir ke Jogokariyan, meskipun tak sedang bulan Ramadhan.


Setelah membatalkan puasa kami lanjut jalan untuk melihat kampoeng ramadhan hingga selesai. Sebenarnya gak ada yang beda, karena aku sering kesini. Sore itu aku datang lagi ke kampoeng ramadhan demi kalian semua. Biar kalian bisa baca dan melihat seperti apa suasana kampoeng ramadhan jogokariyan ini.


Sembari melanjutkan perjalanan, Maman teringat dengan takoyaki. Dimana kalau ke kampoeng ramadhan jogokariyan lagi aku diajak beli takoyaki. Tujuannya agar aku bisa mencicipi rasanya seperti apa. Jujur, baru makan sore itu. 


Sembari nunggu matangnya takoyaki, tak lupa aku mengabadikannya juga. Untuk masalah harga disini aku rasa hampir sama yakni Rp.10.000,- satu kotaknya, isinya 4 buah takoyaki lengkap dengan bumbu serta sumpitnya.



Sebelah kanan dimana aku beli takoyaki ada yang jualan sosis. Tapi aku belum tertarik, sudah sering makan sosisnya juga. Tak hanya satu atau dua orang saja yang jualan takoyaki, tapi ada lebih dari 3. Baik para penjual baru ataupun lama yang memang sudah mempunyai stand depan rumahnya sendiri.



Ayam geprek langgananku ketika dibulan biasa pun tak kalah larisnya. Bahkan sebelum isya sering sekali habis. Rezeki ramadhan, alhamdulilah.


Para pedagang sedang pada khusyu membatalkan puasa, ada yang sedang minum, makan dan ada juga yang masih melayani para pembeli yang berdatangan.



Foto dibawah ini yang bertulisakan Masjid Jogkokariyan itu agak susah aku dapatkan fotonya. Karena samping kanan dan kiri jalan, jadi banyak sekali yang lewat, ibaratnya itu perempatan, namun kecil jalannya.


Suasana depan masjid juga sudah cukup kosong, karena sebagian jamaahnya sudah bubar dan beberapa diantaranya membereskan bekas berbuka. 



Dekat masjid Jogokariyan juga ada juga yang jualan pakaian muslim, baik untuk perempuan, laki-laki ataupun anak-anak tersedia. Tempat jualannya tepat di lantai satu Omah Dakwah Pro-U Media. 



Sedangkan yang jaraknya lebih dekat dengan masjid Jogokariyan ada gerai Pro-You, tempat dimana buku-buku terbitan Pro-U Media dijual. Selain buku ada juga pakaian muslim lengkap, mulai dari peci, baju koko, kaos dakwah dan ada juga Al-Qur'an. Dulu aku pernah beli Al-Qur'an juga.

Disaat ramadhan tak hanya gerainya saja yang buka, di depan halamannya banyak yang jualan, seperti yang terlihat pada foto dibawah ini, ada ayam keprok Jogokariyan. Biasanya kan ayam geprek, kalau ini ayam keprok.


Kalau dilihat dari suasana siang maka kalian akan lebih jelas melihat Omah Dakwah Pro-U Media. Coba kalian lihat dibawah ini.

pict : google maps

pict : kiblat.net

Selain itu ada juga stand beard brand atau lebih dikenal dengan susu beruang. Aku sendiri sangat suka dengan susu beruang. Meskipun pada awalnya gak suka karena tak ada rasanya, namun saat ini malah ketagihan, bahkan sering beli sampe 2-3 kaleng dalam sekali beli.

Aku lebih suka dimakan dalam keadaan dingin, kalian suka juga ?


Sebelum aku pulang, aku melanjutkan jalan ke arah para penjual di kampoeng ramadhan. Karena waktu itu sudah nanggung mau sampai ujung, jadi aku lanjutin saja.


Selain itu, banyak juga yang jualan es kelapa. Mulai dari es kelapa dengan gula pasir, dan ada juga dengan gula jawa.


Terakhir aku mampir ke stand jualan es buah temanku. Lebih tepatnya adek kelasku di kampus. Ada Izudin Al, Siswanto, Satria dan kadang dibantu juga oleh Yanal teman satu kostnya. Mereka mulai jualan sedari pukul 16.00 hingga berbuka.

Untuk satu porsi es buah dijual seharga Rp.4.000,- dan istimewanya setiap beli 5 gratis 1. Jadi dapet 6 es buah, hanya cukup bayar Rp.20.000,- saja. Murah kan, lebih cocok ajak teman-teman untuk belinya.


Aku sendiri pernah mampir, hanya ingin melihat dan duduk. Kebetulan tersisa 4 es buah lagi. Dengan senangnya semuanya dikasihkan sama aku dan Maman. Kami masing-masing meminumnya satu-satu. Sisanya aku bagikan ke teman-teman kost.

* * *

TARLING (Taraweh Keliling)

Oh, ya. Sekalian aku ceritakan pengalamanku ketika taraweh keliling ya. Biasanya dari tahun ketahun, selain #BerburuTakjil aku juga suka #Tarling. Mulai dari masjid yang jaraknya dekat kost, dan masjid yang jaraknya lumayan jauh harus menggunakan motor.

Di tahun ini aku ceritakan sedikit tentang taraweh di masjid Jogokariyan saja dulu ya. Kebetulan ini sudah cukup lama, alias awal-awal Ramadhan 2017 ini.

Tepatnya di tanggal 30 Mei 2017. Dimana sahalat tarawehnya di imamin oleh Muzammil Hasballah (Architect & Qur'an Reciter).


Jujur, awalnya aku dan Sutik, milih taraweh di masjid itu bukan karena adanya Muzamill Hasballah. Meskipun sering juga taraweh di masjid Jogokariyan. Tapi waktu itu kami benar-benar tak tahu kalau pada malam itu ada Muzammil.

Ceritanya ketika sore aku #BerburuTakjil di Masjid Islamic Center UAD (Universitas Ahmad Dahlan). Malamnya aku diajak Sutik untuk #Tarling. Kami berangkat ke masjid Jogokariyan. Awalnya kaget karena sudah penuh.

Kami berdua naik ke lantai dua dan tiga. Tapi hasilnya nihil. Alias tak kebagian tempat. Tak lama bertemulah dengan mas Yanal. Teman satu kampus, tapi dia sudah lulus karena memang duluan dia kuliahnya. Tak hanya dihalaman dan dalam masjid saja yang penuh. Tapi dijalan sekalipun penuh. 

Jalan sepanjang jogokariyan ditutup, karena khusus untuk taraweh. Aku dan mas Yanal nemu koran, kami bergegas cari tempat untuk bisa duduk. Kurang lebih 5 menit lamanya sampe keringetan aku baru bisa dapet tempat duduk, itupun depan halaman rumah orang, tepat dibelakangku tempar parkir mobinya. Tapi alhamdulilah pemilik rumah memberikan pinjam tikar kepada kami.

Sutik sendiri nyerah dan pulang, nanti kalau sudah taraweh aku suruh kabarin dia untuk di jemput. Memang beruntung banget bagiku bisa taraweh disaat imam tarawehnya yang super keren ini. Sering dengerin ngajinya tapi cuma lewat youtube, dan malam itu tanpa diagendakan Allah menemukanku dengan Muzamill.

Meskipun tak bisa bertatap muka secara langsung, apalagi bisa berjabat tangan. Tapi aku sudah sangat senang dan bersyukur. Malam itu aku tak banyak mengabadikan foto, karena susah dan penuh banget. Banyak orang juga, mungkin sampe puluhan yang berdiri karena tak kebagian tempat. Aku juga cuma bisa lihat Muzamill dari layar monitor yang tersedia diluar masjid saja.

Oh, ya. Kalau kalian mau lihat suasana taraweh pada malam itu, bisa diilhat dibawah ini. Foto di bawah ini aku ambil dari fanspgaenya Masjid Jogokariyan Yogyakarta. Silahkan teman-teman like dan kunjungi juga websitenya di MasjidJogokariyan.com

KAMPOENG RAMADHAN JOGOKARIYAN
Suasana Sholat Isya dan Tarawih bersama Muzammil Hasballah di Masjid Jogokariyan Yogyakarta Selasa, 30 Mei 2017.
"MasyaAllah Ramadhan malam 30 Mei 2017 seperti malam ramadhan di Gaza, dimana masjid masjid penuh hingga ke jalan. AllahuAkbar!"
"wah teringat suasana 212 kemarin, khusyuk dengan suara imam merdu hingga sholat dijalan.."
"ini seperti suasana Sholat ied mbludak hingga ke jalan-jalan.."
Islam ini akan bangkit di Indonesia jika masjid2kita penuhi dengan ibadah dan aktivitas dakwah, mari ajak keluarga dan sabahat-sahabat untuk selalu berjamaah ke masjid.

“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain Allah, maka merekalah yang termasuk golongan orang-orang yang selalu mendapat petunjuk (dari Allah Ta’ala)” (QS At-Taubah: 18)










Itulah keseruan #BerburuTakjil di kampung nitikan, kampoeng ramadhan Jogokariyan dan #Tarling di masjid Jogokariyan. Gimana kaian tertarik untuk mengunjungi Jogja kembali.

Kapan ke Jogokariyan lagi?

Sahabatmu,
Andi Nugraha