May 7, 2017

Milangkala Sanggar Seni Simpay Ke-15 Tahun


www.andinugraha.com - Wilujeng enjing, siang, sonten, wengi. Kumaha aranjeun maca ieu seratan we. Mugia sehat teras, doa kalayan cita-citana mugia Allah kabulkeun. aamiin.

Mangga bismillah heula sateuacan neraskeun maca ieu seratan. Sanes seratan penting, sanes oge berita. Mung ieu carita di malam minggu abdi nu tos jelas benten sareng malam minggu biasana.

Jagi gini guys, sebelum lanjut ke cerita aku kasih tahu lagi ya. Kalau aku asli dari Ciamis, Sunda. Jadi, buat kalian yang masih salah atau belum tahu, sekarang sudah tahu kan. Karena di beberapa postinganku sebelumnya ada yang masih tanya asli mana, ada yang nebak juga kalau aku dari Makassar. Padahal bukan.

Aku mau tanya, biasanya malam minggu, teman-teman gunakan untuk apa ?

Aku sendiri kalau malam minggu biasanya selain aku gunakan untuk istirahat, aku gunakan untuk hal yang bermanfaat. Bisa itu mengerjakan tugas, berkumpul dengan orang tersayang. Seperti keluarga dan sahabat. Atau bisa juga digunakan untuk menulis. Ya, seperti menulis di blog seperti ini. Kebetulan di malam minggu kemarn aku tidak bertapa seperti biasanya di kos, aku sengaja keluar untuk mencari sebongkah keceriaan.

Malam minggu kemarin tepatnya tanggal 6 Mei 2017 aku ikut menghadiri acara MILANGKALA SANGGAR SENI SIMPAY KE-15 TAHUN, Keluarga Pelajar Mahasiswa (KPM) “Galuh Rahayu” Ciamis-Yogyakarta. Acara ini diadakan di asrama KPM Galuh Rahayu. Untuk para panitianya tentu warga atau pengurus di KPM tersebut.

Aku sendiri termasuk warga KPM Galuh Rahayu tapi tidak jadi pengurus dan tidak tinggal di asrama juga. Bukan tidak mau, tapi jarak ke kampusku lumayan jauh dibandingkan dengan kosku sekarang. Meskipun begitu, sesekali menyempatkan main ke asrama.

Acara ini bukan pertama kalinya diadakan KPM Galuh Rahayu. Jelas, ini sudah kesekian kalinya, di tanggal 6 ini aja udah ulang tahun yang ke-15. Tentu tahun-tahun sebelumnya dimeriahkan juga dengan acara seperti ini. Namun, jujur, baru kali ini aku bisa hadir dan datang langsung menyaksikan. Aku senang dan bangga jadi orang Ciamis. Orangnya manis-manis lagi. Gak percaya? Coba cari teman hidup dari Ciamis ya. #Ehh..

* * *

Sebelum kalian tahu bagaimana serunya acara ini. Baiknya aku kasih tahu dulu sebenarnya KPM Galuh Rahayu dan Sanggar Seni Simpay itu apa. Siapa tahu kalau main ke Jogja bisa bersilaturahmi dengan orang yang manis-manis. Jangan salah, selain gudeg manis. Orang Ciamis yang ada di Jogja sudah tentu manis-manis.

Berikut adalah logo dari KPM (Keluarga Pelajar Mahasiswa) Galuh Rahayu, Ciamis-Yogyakarta.



KPM (Keluarga Pelajar & Mahasiswa) ”Galuh Rahayu”Ciamis-Yogyakarta yang berdiri sejak tanggal 20 Desember 1962 merupakan suatu perkumpulan pelajar dan mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Camis yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta.
Warga KPM Galuh Rahayu adalah orang Ciamis atau orang yang pernah tinggal/sekolah di kabupaten Ciamis dan melanjutkan studi di Yogyakarta. Sehingga orang Ciamis yang melanjutkan studi di Yogyakarta secara otomatis telah menjadi warga/anggota KPM Galuh Rahayu. Saat ini KPM Galuh Rahayu telah memiliki sarana bangunan tetap dan sepenuhnya merupakan aset PEMDA Ciamis  yakni Asrama Galuh yang secara umum warganya berhak untuk menggunakannya.
Adapun Sekretariat Asrama Galuh adalah di Jalan Veteran, Warungboto I, UH IV/756 Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Tlp. (0274) 385 357. (sumber : kpmgaluhrahayu.org)


Sedangkan untuk logo Sanggar Seni Simpay KPM "Galuh Rahayu" Ciamis- Yogyakarta, ada dibawah ini :

Sanggar Seni Simpay merupakan Lembaga Semi Otonom dibawah naungan Bidang Kesenian – KPM Galuh Rahayu yang menghimpun bakat serta potensi seni warga Galuh (Mahasiswa/i Ciamis) di Yogyakarta, namun tidak menutup ruang bagi mahasiswa/i yang berasal dari luar kabupaten Ciamis.
Agenda rutin yang biasa dilaksanakan oleh Sanggar Seni Simpay diantaranya Milangkala Sanggar Seni Simpay, Pergelaran Seni Tari, dll. Selain itu, Sanggar Seni Simpay pernah menggelar kegiatan konser seperti Yogyakarta Bamboo Night di Taman Budaya Yogyakarta, Konser Musik Angklung di Auditorium UNY, dan sering berpartisipasi dalam kegiatan kesenian di lingkungan Yogyakarta ataupun luar daerah Yogyakarta seperti kegiatan kesenian di Universitas di Yogyakarta.
Sekretariat dan ruang untuk proses berkesenian di Asrama Galuh: Jalan veteran, Warungboto I, UH IV/756 Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. (sumber : kpmgaluhrahayu.org)

Nah, sekarang kalian sudah tahu kan. Untuk acara milangkala ini dilaksanakan malam hari, tepatnya pukul 19.00 sampai selesai. Di acara milangkala ini juga menampilkan Tari Topeng, Angklung Sanseku, Bolokosonom, Gondang Pasisian, Sanggar Pamong dan bonus dangdutan di sesi terakhir.

Biar tidak bingung juga. Aku kasih tahu detailnya dari kelima kesenian yang akan ditampilkan di acara Milangkala Sanggar Seni Simpay Ke-15 Tahun ini.

Tari topeng ini merupakan seni tradisi yang hingga saat ini tetap lestari sebagai wujud keadiluhuran budaya di Jawa Barat. Pementasan ini dipersembahan oleh Sanggar Seni Krikil di bawah naungan Keluarga Mahasiswa Indramayu (KAPMI-Yogyakarta)



Angklung SANSEKU merupakan kelompok musik angklung yang dikembangkan oleh Sanggar Seni Kujang di bawah naungan IKPM Jawa Barat-Yogyakarta yang berfokus untuk melestarikan dan mengangkat potensi kesenian Sunda khususnya musik Angklung oleh mahasiswa/i asal Jawa Barat.



Bolokosonom yang berarti Bolo = Teman dan Kosonom (Sokoenom) = dari muda merupakan kelompok musik band bergenre Blues yang tetap konsisten dengan karakter musik yang mereka sajikan.


Seni Gondang merupakan salah satu kesenian Tatar Sunda yang hingga saat ini terus berkembang dan tetap dipertahankan keberadaannya oleh masyarakat di Tatar Galuh Ciamis. Kesenian Gondang mulanya merupakan aktifitas menumbuk padi yang dilaksanakan oleh masyarakat Sunda disaat waktu panen tiba di sawah. Selain menumbukan tongkatnya pada lisung, mereka juga menyanyikan lagu-lagu Sunda sebagai bentuk ekspresi dan wujud kebahagiaan.



Sanggar Pamong merupakan unit kegiatan mahasiswa di lingkungan kampus perguruan Tamansiswa (UST Yogyakarta) yang berfokus pada pengembangan potensi seni dan budaya nusantara. Sangar Pamong akan mementaskan kesenian musik etnis dan dikolaborasikan dengan instrumen lainnya.


* * *
Baca juga : Suasana Pagi di Padang Pasirnya Yogyakarta

Untuk acaranya kebetulan umum, artinya siapa saja boleh hadir. Tidak khusus orang Ciamis atau sunda saja. Tadinya aku mau berangkat sendiri, tapi karena ini acara umum, aku coba share juga ke teman-teman. Tepat satu hari sebelum acara dimulai aku share acara ini ke beberapa grup kampus, baik di whatshapp ataupun di BBM.

Sayang, mereka semua tak ada satupun yang merespon. Aku ajak teman dekatku, Tri namanya. Kebetulan dia juga orang sunda, dari Bogor. Selain jadi teman selama di perjalanan, dia juga penasaran dengan semua kesenian yang akan ditampilkan.

Kami berangkat setelah shalat Isya. Tidak begitu jauh jaraknya dari kost dengan motor. Sesampainya disana sudah lumayan banyak yang hadir. Tapi acara belum dimulai. Aku rasa karena para pengunjungnya juga belum penuh, karena banyaknya yang datang akan memperngaruhi jalannya suatu acara dimulai.


Sebelum masuk, seperti biasa kami mengisi daftar hadir yang lengkap dengan suguhan makanandan minumnya. Satu yang berbeda, aku rasa tidak ada di acara-acara lain. Setiap orang yang hadir dikasih wadah atau tempat untuk korek api dengan rajutan gitu. Aku sengaja tidak kasih tahu, nanti kalian pengen. ^_^

Foto diatas itu tempat pengisian daftar hadir. Lilin? Betul, memang menggunakan lilin untuk penerangannya. Keren kan, kalian pernah lihat seperti ini sebelumnya? Setelah mengisi daftar hadir, kami cari tempat duduk paling depan, sengaja biar terlihat jelas. Sekaligus bisa mengabadikan selama kesenian sedang berlangsung.


Sebagai pembukaan para pengunjung disambut dengan para penari. Berada di tempat seperti ini, aku serasa ingat rumah. Kalau dirumah, aku biasa muter musik-musik sunda. Baik itu sedang santai ataupun bekerja, misalnya nyapu lantai ataupun bersih-bersih rumah.


Untuk bisa lihat lebih jelas tari pembukaan dalam acara ini. Teman-teman bisa lihat videonya dibawah ini :


Setelah tari selesai, dilanjutkan dengan sebuah pertunjukan yang menceritakan kerajaan Galuh. Lengkap ada putri, sang raja hingga prajuritnya juga ada. Kalau kalian lihat secara langsung pasti akan tahu bagaimana serunya.




Tapi tenang, teman-teman tetap bisa melihat bagaimana cerita tentang kerajaan Galuh. Yang mana nantinya sang raja terbunuh. Dari pada penasaran, kalian lihat aja di video bawah ini.


Setelah itu barulah pemotongan tumpeng. Dalam pemotongan tumpeng ini di potong langsung oleh Ki Demang salaku Sesepuh Adat Sunda Galuh di Yogyakarta.




Dari pemotognan tumpeng ini ada artinya. Aku dapat pelajaran ternyata cara memotong tumpeng yang benar, tidak dari samping tapi dari atas. Agar lebih jelasnya, kalian bisa cek video dibawah ini.


Setelah acara pemotongan tumpeng selesai, barulah MC dalam acara milangkala sanggar seni simpay keluar. Tidak hanya satu, dua, tapi 5 sekaligus. Benar-benar semangat kelima MC ini. Baik perempuannya ataupun laki-lakinya.


Sembari acara berjalan para pengunjung juga semakin bertamah. Yang bikin aku salut banyak warga dari Ciamis datang langsung ke asrama galuh. Dari kelompok kesenian Gondang Pasisian sendiri, lebih dari 30 orang yang datang.

Kelima MC acara ini tidak langsung keluar langsung bersamaan. Tapi perlahan sembari menghibur pengunjung. Aku sendiri asik mendokumentasikan acara ini ketika lihat ke belakang sudah banyak orang yang sedang duduk dibelakangku.



Di sela-sela menghibur pengunjung yang datang, diselingi juga dengan sambutan-sambutan. Pertama dari ketua pelaksana acara milangkala sanggar seni simpay ke-15 tahun, yaitu Kang Wahyu Hidayat.


Kemudian, dilanjut juga dengan sambutan lagi. Yang kedua ini sambutan dari ketua KPM (Keluarga Pelajar Mahasiswa) "Galuh Rahayu" Ciamis-Yogyakarta, yaitu Kang Tendi Nugraha.


Sebenarnya ada satu lagi sambutan dari ketua sanggar seni simpay, yaitu Kang Gaji, tapi malam itu aku sedang balas pesan singkat dari teman. Disaat aku mau ambil foto, sambutannya sudah selesai. Jadi tidak ada fotonya di blog ini.

Setelah sambutan-sambutan selesai, dilanjut lagi dengan kelima MC. Namun, beberapa panitia yang lainnya sudah menyiapkan lisung untuk penampilan kesenian gondang pasisian yang pertama.


Selain ramai, MC juga terus menghibur, terutama menyapa para pengunjung yang baru datang. Kalau teman-teman hadir secara langsung dijamin ketawa karena kekocakan dari para MC. Tapi tenang, kalian tetap bisa melihatnya di video bawah ini.


Setelah pertunjukan kesenian gondang pasisian selesai, dilanjutkan dengan pertunjukan seni tari topeng. Kebetulan waktu pertunjukan ini aku tidak di posisi depan lagi, karena malam itu Tri minta minum kehausan. Aku ajak dia ke depan, dimana tempat pendaftaran awal tadi. 

Setelah minum dan ngemil, tak lama pertunjukan tari topeng dimulai. Disaat aku pengen ngeliat dari dekat, ternyata tempat pertama yang kami duduki sudah penuh sama orang lain. Kami hanya bisa melihat tari topeng dari kejauhan. Tapi tetap berusaha untuk mengabadikannya lewat foto.


Wajar agak gelap, kami posisinya paling belakang. Warna hitam yang terlihat dalam foto itu seperti langit semua, padahal itu orang yang sedang berkumpul menonton. Kebetulan para pengunjung tidak duduk di bangku melainkan di lantai yang didasari oleh tikar. 


Awalnya aku kira dari awal itu langsung sudah pake topeng ternyata tidak. Namun, ditengah-tengah tari penari itu baru mengenakan topeng. Aku sendiri baru tahu kalau tari topeng seperti itu, karena pada malam itu baru pertama kalinya lihat langsung pertunjukan tari topeng.

Kebetulan yang tari topeng ini perempuan, kalau tidak menggunakan topeng baru kelihatan cantiknya. Wajar cantik, namanya juga perempuan. Tapi kalau sudah menggunakan topeng terlihat seram dan tidak tertebak siapa yang ada di dalam. Laki-laki atau perempuan.

Sayang, kalian belum bisa melihat secara langsung dari videonya. Karena waktu itu aku belum bisa merekam tari topengnya. Setelah selesai, langsung disambut dengan pertunjukan kesenian sanggar pamong.


Para pemain sanggar pamong juga tidak hanya laki-laki, melainkan perempuan juga ada. Disaat melihat ini, aku jadi teringat jaman sekolah dulu, dimana setiap minggunya ada jam atau pelajaran tentang gamelan. Aku sangat suka, karena disitu bisa belajar bermain alat musik gamelan. Mulai dari goong hingga peralatan yang lainnya.


Untuk pertunjukan sanggar pamong ini, aku sempat merekamnya, meskipun tidak dari awal tapi bisa  kalian lihat videonya dibawah ini.


Setelah selesai, langsung dilanjut juga dengan pertunjukan dari band bolokosonom. Nama bolokosonom ini kalau diartikan yaitu kawan dari muda. Keren, kan. Bagi teman-teman yang ingin tahu lebih lagu-lagunya dari Bolokosonom band, bisa dicek di soundcloudnya disini. Atau instagramnya di @bolokosonom

Disaat bolokosonom band nyanyi, aku berusaha mencari tempat untuk pindah ke depan. Sempat sedek-sedekan awalnya, tapi para pengunjung yang lainnya baik hati. Aku berhasil duduk di bagian ke tiga dari belakang, meskipun tidak paling depan. Tapi aku masih bisa merekam bolokosonom band tampil.

Kebetulan bolokosonom band ini tampil dengan 4 lagu sekaligus. Pertama mereka membawakan lagu yakmo rambe yakmo, kedua lagunya Slank-Terlalu Manis Untuk Dilulapakan, ketiga lagu dari Black Out-Resiko Orang Cantik, dan yang terakhir bolokosonom membawakan lagu ciptaan mereka sendiri dengan judul Melatiku Telah Lungo.

Teman-teman bisa melihat penampilan mereka saat menyanyi di video bawah ini :

1. Bolokosonom Band - Yamko Rambe Yamko

2. Bolokosonom Band - Terlalu Manis Untuk Dilupakan

3. Bolokosonom Band - Resiko Orang Cantik

4. Bolokosonom Band - Melatiku Telah Lungo

Setelah pertunjukan selesai, Tri terlihat ngantuk dan capek. Tak lama dia pun mengajak pulang. Akhirnya kami pulang kurang lebih jam 23.00 kurang. Sebenarnya setelah pertunjukan bolokosonom ini, masih ada penampilan kesenian angklung sanseku. Dan terakhir bonus dangdut.

Sayang, aku belum bisa melihatnya. Jadi teman-teman cukup tahu sampai disni aja ya. Karena malam itu kami pulang, jadi belum bisa kasih tahu bagaimana serunya penampilan dari angklung sanseku dang dangdut.

* * *

Bagaimana pendapat teman-teman setelah baca dan lihat Milangkala Sanggar Seni Simpay Ke-15 Tahun. Kasih pendapat kalian dibawah ya.

Sahabatmu,
Andi Nugraha

May 1, 2017

Dinner Bareng Sultan - Hotel Tentrem Yogyakarta


www.andinugraha.com - Sebagai anak kost jarang sekali bisa makan makanan yang enak sekaligus mahal. Tapi sebenarnya bisa atau tidak bisa sama sekali. Karena bisa kalau dipaksa, khususnya bagi mereka yang punya uang lebih. Ulasan ini sebenarnya lebih menggambarkan diri aku sendiri. Aku sendiri kalau makan tidak muluk-muluk. Lebih memilih yang sederhana dan terjangkau.

April 25, 2017

Menikmati Sore di Grhatama Pustaka Yogyakarta


www.andinugraha.com - Cuaca sore di Yogyakarta saat ini sering sekali mendukung, alias cerah. Itu tandanya aku bisa memanfaatkannya dengan berbagai hal, misalnya bersepeda, bersantai ataupun melakukan berbagai hal yang lainnya. Sore itu aku diajak main sore ke perpustakaan oleh Maman.

Awalnya aku gak mau, karena waktu juga sudah sore. Kurang lebih tepat pukul lima sore aku berangkat ke perpustakaan. Niat awalnya bermain sembari membaca. Aku juga ada buku yang waktu itu belum rampung aku baca.

Untuk bisa melihat bagaimana dalamnya, silahkan baca ini juga : Berkunjung Ke Grhatama Pustaka, Perpustakaan Terbesar SeAsia Tenggara

Sesampainya di perpustakaan ternyata banyak juga para pengunjung yang berdatangan disaat sore. Tapi banyak dari mereka yang sengaja tidak masuk ke perpustakaan. Mereka hanya bersantai duduk diluar sembari menikmati pemandangan sembari mengabadikan foto.

Setelah menyimpan motor, kami keluar lagi untuk mengabadikan foto. Diatas rumput dengan background gedung Grhtama Pustaka Yogyakarta.


Meskipun diluar gedung, tapi aku masih bisa melanjutkan baca buku. Yang selalu nyelip di tas kesayanganku. Dan itu selalu berganti-ganti, tergantung buku yang belum selesai aku baca. Meskipun begitu, membaca diluar tidak selalu nyaman, dengan alasan tempatnya yang terlalu ramai, banyak orang.
Di tempat ini aku rasa tidak hanya sore, justru pagi hari akan lebih nyaman. Terutama cuaca yang cerah dan tempat yang nyaman. Apalagi bersantai di gasibu belakang gedung Grhatama Pustaka ini. Tapi sore itu aku belum sempat bersantai di gasibu, karena ramai, banyak orang yang sedang bersantai.



Aku meluangkan waktu untuk baca, sedangkan Maman sibuk beramain game COC (Clash of Clans). Semenjak punya android, Maman tak pernah telat untuk bermain game itu. Bahkan setiap malam selalu bermain bersama dengan adeknya. Meskipun adeknya berbeda tempat, Maman di Yogyakarta, sedangkan adeknya di Lombok. Malahan adeknya jauh lebih lama bermain game COC (Clash of Clans) dibandingkan dengan Maman. 


Disaat sore tidak hanya kami saja yang duduk. Tapi banyak yang lainnya juga. Satu yang paling aku tidak suka, banyak yang berdua-duaan gitu, yang bahasa kasarnya mah pacaran. Memang tempat ini bebas buat siapa saja. Namun, kurang suka aja liatnya kalau liat orang yang berdua-duaan gitu. Malahan niatnya kami pengen banget duduk di atas, tempat yang berumput juga tapi lokasinya sedikit lebih tinggi.

Kalau duduk disitu bisa lebih menikmati pemandangannya. Kami mencoba sabar untuk bisa bergantian duduk, tapi sampai sore, mereka tidak pidah. Kami berpindah tempat ke dekat gasibuk, dan aku baru tahu di Grhatama Pustaka ini ada tembok, dimana terdapat coretan yang menurut aku keren, apalagi buat background foto.


Kami mencoba mengabadikan foto dengan background tembok keren. Baru tahu juga ternyata tempat ini semakin sore semakin ramai. Terutama lokasi background tembok itu. Setelah aku bergantian fose dengan Maman. Ada bebrapa orang yang datang segnaja untuk mengabadika foto juga.




Disaat aku melihat ke arah gedung perpustakaan, aku melihat seorang perepuan yang sedang tertawa menutupi mulutnya dengan tangan. Aku rasa dia menertawani kami yang sedang berganti-ganti fose foto. 

Gedung Grhatama Pustaka ini, kalau dilihat sore hari serasa hotel yang berbintang-bintang. Tidak lagi seperti perpustakaan. Tapi perpustakaan saat ini memang dibuat senyaman mungkin untuk para pembaca yang datang.


Tak terasa hari mulai malam, kami bergegas untuk masuk ke dalam perpustakaan untuk melaksanaka shalat. Setelah itu baru pulang. Perjalanan ke dalam perpus tidak jauh, tapi kami mencoba memanfaatkan backgound gedung disaat menjelang Maghrib.



Setelah pulang, temanku, Sholeh namanya. Dia mau pergi ke kost Maman, katanya udah lama tidak kumpul. Aku juga tidak langsung pulang, sekalian kumpul dan kebetulan malam terakhir bertemu dengan Imam, sahabatku juga. Dia seharusnya wisuda tahun kemarin, tapi karena ada kendala jadi diundur tahun 2017 ini, in shaa Allah bareng denganku.

Tapi dia sudah selesai sidang diawal tahun, jadi tinggal nunggu wisudanya aja. Sebelum Imam memusutkan pulang alias pulang kampung, dia juga sudah cari-cari kerja di Yogyakarta. Tapi belum rezekinya, karena tidak mau membuang-buang waktu, dia memilih pulang untuk lebih dekat bersama keluarga.


Kami tidak hanya bertiga, kebetulan ada Bayu yang datang juga ke kost Maman, ada juga Tri yang satu kost dengan Maman dan Imam. Kami memutuskan untuk makan bareng bakso jumbo. Bakso yang sederhana, cukup dengan harga Rp. 10.000,- aja.

Baca juga : Bakso Klenger Ratu Sari Yogyakarta


Lagi-lagi diakhir tulisan, aku sering sekali mengakhirinya dengan sebuah makanan, entah itu apa. Yang jelas itu sering, dan kesekian kalinya ini bakso. Ya, semoga aja kalian tidak pengen, apalagi ngiler.

Itulah, caraku menikmati sore di Grhatama Pustaka Yogyakarta. Teman-teman biasanya kemana kalau menghabiskan waktu sorenya ?

April 15, 2017

Serba Ayam


www.andinugraha.com - Sebagai anak kost jarang-jarang kan bisa makan ayam. Tapi waktu itu aku lagi pengen makan sama ayam. Beruntungnya sedang ada rezeki. Alias ada uangnya. Kurang lebih dalam sebulan makannya serba ayam, ada 3 sampai 4 kali. Baik ayam geprek ataupun lainnya.

April 5, 2017

Gowes Sore ke Malioboro


www.andinugraha.com - Selepas Duhur waktu itu, udara di Yogyakarta terasa panas sekali. Aku dan teman-teman kuliah kerja lapangan (KKL) dulu berkumpul di temapt favorit. Kedai Cadudu namanya. Makanan yang sering kami beli tidak jauh dari kebab dan es jeruk atau teh. Tapi waktu itu aku mencoba beli milshake, pengen coba sesekali.